Embung Lodan Rembang Kritis, 2.500 Pelanggan PDAM Terancam

Juli 4, 2018
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Kondisi embung Lodan, Kabupaten Rembang, di titik kritis. Dalam pekan ini menujukan ketinggian air sekitar 41 meter di garis ukur ketinggian air. Sedangkan garis minimal air tidak boleh diambil lagi diangka 38 meter. Kondisi ini mengancam ketersediaan air bagi sekitar 2.500 pelanggan PDAM di wilayah setempat.Dengan jadwal pembukaan pintu air pertanian dua kali, yakni masing-masing 250 ribu meter kubik tiap kali dibuka, kondisi tersebut dikhawatirkan mempercepat batas pengambilan air. Praktis, dampaknya yang terjadi baik pertanian maupun PDAM tidak dapat memanfaatkan ketersediaan air di sana. Jika begitu, dipastikan dampaknya tidak hanya di sektor pertanian namun juga pelanggan PDAM di wilayah Rembang timur.”Batas diangka sampai 38 meter. Namun angka yang tersisa digunakan keperluan pemeliharaan embung,” kata Direktur PDAM Rembang, M. Affan.Menyikapi kondisi cuaca saat ini, pihaknya berharap pemkab setempat dalam hal ini Dinas Pertanian dapat mengupayakan masa tanam dialihkan non padi. Sehingga tidak perlu membutuhkan pasokan air cukup banyak.”Kalau tetap dipaksakan tanam padi, kebutuhan air tentu cukup banyak.  Dikhawatirkan embung bakal kehabisan air,” terangnya.Tidak hanya ketersediaan air menipis, kemungkinan lain belum tentu berhasil digunakan menanam padi. Karena tanahnya sudah banyak yang pecah. Ketika digelontor air cukup banyak bakal mudah terserap di tanah.Dampak lainnya pasokan air menuju pelanggan juga terdampak. Sekira 2.500 pelanggan bakal mandek alias tidak teraliri air selama memasuki musim kering. Utamanya ini bakal dialami pelanggan di wilayah kecamatan Sarang, Kragan dan Sedan.”Kalau menunggu pasokan air kembali normal menunggu turun hujan. Makanya embung Lodan benar-benar kritis. Inilah yang harus segera diketahui,” paparnya.(ks/noe/ali/top/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI