1.136 Desa di Jateng Berpotensi Kekeringan, Ini Yang Dilakukan Ganjar

Juli 3, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tak kurang dari 1.136 desa di Jawa Tengah berpotensi mengalami kekeringan memasuki musim kemarau tahun ini. Bersamaan dengan hal itu pula, ada 1.793.417 jiwa yang ikut terancam.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan ribuan desa itu tersebar di 242 kecamatan. “Dimana ada sekitar 500 ribuan lebih keluarga di sana,” jelasnya usai Rakor Penanganan Bencana Kekeringan di Kantor BPBD Jateng, Selasa (3/7).Menurut Sarwa, ada 18 daerah yang mengalami kekeringan di pertengahan tahun ini. Beberapa daerah yang menjadi titik pengawasan saat kekeringan yaitu berada di Wonogiri, Rembang, Klaten dan Purwodadi.Sarwa menyebut, dari pihak pemerintah sendiri telah ada sejumlah langkah guna menangani masalah kekeringan ini. Meliputi peningkatan layanan PDAM, mempermudah akses pemukiman ke sumber mata air, serta dua permasalahan mendesak, yakni penanganan debit air yang turun dan kerusakan daerah resapan.”Penanganannya dengan cara salah satunya penempatan sarpras penanggulangan bencana seperti tangki air dan dapur umum,” katanya lagi.Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sisi lain mengungkap, pihak pemeritah provinsi turun tangan salah satunya dengan menyediakan dua ribu tangki air bersih yang siap dikirim ke sejumlah daerah rawan kekeringan. “Ada anggaran Rp 40 miliar untuk menangani kekeringan. Sudah terserap 30 persen,” imbuhnya.Di samping itu, Ganjar mengaku telah menginstruksikan kepada tiap kepala daerah untuk mengelola penggunaan dana penanggulangan bencana secara optimal. “Karena ada wilayah yang tidak ter-cover anggaran dari kita,” cetusnya. (gul/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI