Kampung Piala Dunia di Semarang, Serba Angka 7

SEMARANG, RAKYATJATENG – Euforia Piala Dunia 2018 sangat terasa di berbagai penjuru dunia. Beragam ekspresi turut mewarnai gelaran empat tahunan itu.

Tak ketinggalan warga Kota Semarang, tepatnya di RT 02/RW 01 Gayamsari Semarang. Mereka bergotong royong memperindah kampungnya. Jalan Beruang Dalam Barat 1, dicat dengan warna hijau bergaris putih layaknya lapangan sepak bola.

Tak hanya itu, tembok di kampung tersebut juga digambari kartun.

Di situlah warga beraktivitas sambil menyaksikan pertandingan. Ada banyak kegiatan untuk meramaikan kampung piala dunia tersebut.

Diantaranya, arisan, senam sehat, lomba menendang bola, sepak bola tiup, juggling, play station dan nonton bareng.

Ketua panitia kampung Piala Dunia, Slamet Widodo mengatakan, bahwa langkah kreatif tersebut ternyata membuahkan hasil positif. Warga yang berkunjung tak hanya mendapatkan hiburan, tetapi permainan edukatif bagi anak-anak.

Untuk lomba menendang bola disediakan sebanyak 77 hadiah. Peserta boleh nendang bola sesukanya dan gratis. Jika gol, hadiah bisa diambil sendiri tanpa pantauan panitia.

“Kejujuran peserta diuji. Uniknya lagi, dana yang dihabiskan juga di angka 7 yaitu 7 juta,” kata ketua penitia, Slamet Widodo dalam rilisnya, Senin (2/7).

Pesan moral juga banyak disampaikan melalui gambar kartun. Misalnya gambar seorang pemain bola yang pura-pura jatuh (diving) tidak diberi kartu kuning atau merah, tapi oleh wasit diganjar secarik kertas bertuliskan “puasa batal”.

Sajian lainnya, di sekitar jalan diberi 32 poster besar negara-negara peserta Piala Dunia 2018.

Selain gambar pemain top dan foto tim nasionalnya, dapat disimak di sini profil tim, nama pelatih, top score, caps terbanyak, julukan, sampai prestasi di dunia sepak bola. Kibaran bendera di atas poster-poster menambah semarak dan meriah.

“Launching dilakukan tanggal 7 Juni lalu. Hal ini sesuai angka media partnernya yaitu Trans 7,” kata Slamet.

Menurut Slamet, Kampung Piala Dunia Beruang Dalam Barat Semarang diikutkan lomba yang diadakan Trans Corps di bulan Juni 2018.

Tercatat hanya Beruang Dalam Barat Semarang, kampung tematik sepak bola yang paling fenomenal bukan hanya di Kota Lumpia tapi di Indonesia. Kampung Piala Dunia akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan.

Ketua RW 01 Gayamsari Semarang, Kusnardi mengapresiasi kegiatan Kampung Piala Dunia tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif.

“Saya sangat salut terhadap panitia yang tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga edukasi olahraga kepada pengunjung terutama generasi muda,” katanya. (sen/yon)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono