Kalah 0-1 dari Indonesia, Pelatih Laos: Kami Dapat Peluang, Tapi Tidak Maksimal

Juli 1, 2018

SIDOARJO, RAKYATJATENG – Laos bermain ultra-defensif pada pertandingan pembuka Piala AFF U-19 2018 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (1/7) malam WIB. Strategi itu mereka terapkan bisa menahan gempuran Timnas U-19 Indonesia.Laos memainkan sepak bola bertahan sejak awal pertandingan. Strategi tersebut membuat Saddil Ramdani dan kawan-kawan frustasi. Sebab mereka sangat kesulitan untuk menembus pertahanan lawan.Walaupun sudah bertahan secara maksimal, gawang Laos tetap jebol pada menit ke-30 oleh Witan Sulaeman. Gol semata wayang Witan lah yang memastikan kemenangan Indonesia dengan skor tipis 1-0.”Selamat untuk Indonesia atas tiga poin yang mereka raih. Hari ini kami main defensif, sementara Indonesia menyerang. Permainan kedua tim sama-sama bagus. Kami juga mendapatkan peluang, tapi tidak maksimal,” ucap pelatih Laos, Chusak Sriphum.Laos memiliki peluang saat terjadi kemelut di depan gawang Indonesia pada penghujung babak pertama. Pemain Laos protes karena menganggap ada pemain Indonesia yang menyentuh bola di kotak terlarang. Namun wasit hanya memberi Laos tendangan sudut.”Tidak masalah. Itu sudah terjadi. Mungkin itu penalti, mungkin wasit tak lihat. Tapi itu tidak masalah,” sambung pelatih asal Thailand tersebut.Chusak Sriphum juga tak menyoal kartu merah Phasao Sinonalath pada menit ke-92.”Kami memang bersalah. Tapi keputusan ada di wasit. Mungkin bisa kuning, bisa merah. Tapi kami menerima keputusan itu,” tutup mantan pelatih tim kasta kedua Thailand, Kasetsart FC itu. (saf/JPC)

Komentar