Optimis Jadi Kota Layak Anak Utama, Ini Gebrakan Walikota Semarang

Juni 30, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Selama 4 tahun terakhir, Kota Semarang memperoleh predikat sebagai kota layak anak. Hal itu bukan tanpa sebab. Pasalnya Semarang telah berupaya membangun situasi yang mendukung kehidupan anak.“Kota Semarang telah berkomitmen untuk mewujudkan Semarang sebagai kota layak anak melalui sejumlah upaya dengan melakukan sinergi antar bidang,” ujar Walikota Semarang Hendrar Prihadi usai menerima tim verifikasi Lapangan Evaluasi Kota Layak Anak 2018 dari Kementrian DP3A, Jumat (29/6).Hal itu dilakukan dengan berbagai upaya meningkatkan perekonomian di Kota Semarang secara merata, menurut catatan BPS hasilnya mulai tahun 2015, Gini Ratio Kota Semarang bisa lebih kita kontrol sama, atau bahkan lebih rendah dari daerah-daerah di sekitar.Gini Ratio Kota Semarang tahun 2015 turun diangka 0,31 , sama dengan Kabupaten Semarang = 0,31 , dan lebih rendah dari Kabupaten Demak = 0,32.Walikota menjelaskan bahwa upaya tersebut diantaranya Pengurusan Akta Kelahiran gratis yang dapat dilakukan secara online melalui website di alamat eservices.dispendukcapil.semarangkota.go.id, adanya Rumah Duta Revolusi Mental sebagai tempat pendampingan dan konsultasi anak, serta penanganan Korban Kekerasan Melalui program Geber Septi (Gerakan Bersama Sekolah Peduli dan Tanggap Bullying),“Selain itu Semarang juga telah membangun Infrastruktur Ramah Anak Sepanjang tahun 2017 berupa 20 Taman dan 5 Lapangan Olahraga sebagai sarana rekreasi, adanya Fasilitas Kesehatan berupa Klinik APEL (pelayanan terpadu khusus Anak, Perempuan, dan Lanjut Usia) di RSUD KRMT Wongsonegoro, menyediakan sejumlah Kawasan Tanpa Rokok yang diluncurkan melalui Perda Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok, serta pelayanan Pendidikan secara gratis,” paparnya, seperti dilansir dari laman resmi Pemkot Semarang.Sehingga dengan adanya kesenjangan sosial yang dipersempit tersebut, Kota Semarang lebih mudah memenuhi indikator-indikator Kota Layak Anak, seperti hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga & pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

Komentar

VIDEO TERKINI