Magelang Siap Swasembada dan Penyangga Benih Bawang Putih

Juni 30, 2018
Belum ada gambar

MAGELANG, RAKYATJATENG – Sejak tahun 1970 silam, Kabupaten Magelang sudah mengembangkan bawang putih lokal. Kala itu, geliat petani sangat tinggi.Seiring berjalannya waktu, pengembangan bawang putih sempat menurun, dan pada tahun 2012, geliat bawang putih berkembang kembali dan sempat mencapai harga Rp. 35 ribu perkg.Namun, harga tersebut hanya berlangsung selama 10 hari dan setelah itu harga bawang putih turun kembali menjadi Rp. 10.000 perkg.Pada tahun 2016-2017, geliat bawang putih kembali normal di mana para petani semangat berbudidaya seiring dengan munculnya program bawang putih nasional dari Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian.Kasie Sayuran dan Tanaman Obat Dinas Pertanian Tananam Pangan Kabupaten Magelang, Yoga Sosilo mengatakan bahwa potensi pengembangan bawang putih sangat menjanjikan.Potensi bawang putih bisa mencapai 3.000 Ha yang tersebar di 4 Kecamatan yaitu Windusari, Kaliangkrik, Kajoran dan Pakis. Dari 4 Kecamatan tersebut masing masing telah siap penangkar benihya. Bahkan, benih varietas lumbu kuning saat ini yang tersedia sekitar 300 ton.”Kabupaten Magelang siap mengamankan dan menyukseskan program swasembada bawang putih 2021 sebagaimana yang diamanahkan oleh Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,” ungkapnya.Ketua Kelompok Tani Sidoluhur Desa Giri Mulyo sekaligus champion bawang putih Kabupaten Magelang. Farihin dan Ketua Kelompok Tani Subur Desa Gunung Sari Kecamatan Windusari, Madio pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa potensi pengembangan bawang putih di wilayahnya bisa mencapai 300 Ha.Madio menambahkan, saat ini kelompok tani umumnya mengembangkan varietas Lumbu Kuning dengan produktivitas rata rata 7-8 Ton/ha.”Benih lokal yang ada di gudang kami sekitar 150 ton, sehingga benih di wilayah kami aman, bahkan beberapa daerah sentra bawang putih seperti Sulawesi telah mengambil benih dari kelompok kami,” pangkasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI