Kritisi Berbagai Isu Negatif, Pemuda Solo Ajak Masyarakat Junjung Toleransi

Juni 30, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Komunitas Generasi Muda Pecinta Seni Kota Solo menggelar kegiatan pentas seni dan diskusi ‘Yang Muda Yang Ikut Bela Negara’. Acara ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian generasi muda Kota Solo mengkritisi berbagai isu negatif yang semakin marak akhir-akhir ini.Di antaranya adalah makin luasnya penyebaran paham radikal di kalangan masyarakat. Selain itu makin gencarnya isu negatif terkait besarnya hutang negara yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur.Semakin kuatnya penyebaran paham radikal ditengah masyarakat, tidak hanya dilakukan oleh kelompok-kelompok garis keras yang sering mengatasnamakan agama tertentu. Namun juga dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin melakukan perebutan kekuasaan.”Paham radikal tidak sesuai bukan karena melakukan perubahan secara instan, tapi dalam prosesnya sering memaksakan kehendak”, kata Komika Fajar Istifar, Jumat, (29/6).Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia senantiasa menjunjung tinggi toleransi antar sesama warga yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ini menjadi modal dalam melakukan berbagai program pembangunan.Komika lainnya, Bayu Penegak mengatakan, selama empat tahun pemerintahannya, Jokowi berhasil mendorong pertumbuhan wirausaha muda dan membuka lapangan kerja baru.Pengamat Ekonomi dari IAIN Surakarta, Bayu Nurhadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak tahun 2016 memang mengalami penurunan. Hal ini lebih disebabkan karena menurunnya tingkat konsumsi masyarakat dan masih rendahnya pendapatan negara melalui pajak.Menurunnya tingkat konsumsi masyarakat diakibatkan oleh adanya peralihan dari masyarakat yang semula mengkonsumsi barang, beralih menjadi pedagang atau penjual barang. Meski demikian, faktor diatas tidak bisa dilegitimasi bahwa situasi perekonomian Indonesia dalam kondisi lampu kuning, karena masih ada faktor yang menjadi dasar menguatnya perekonomian negara, seperti adanya peningkatan investasi yang masuk ke Indonesia. (met/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI