Bangkai KM Sinar Bangun Kemungkinan Tidak Diangkat, Ini Penyebabnya

Juni 29, 2018
Belum ada gambar

MEDAN, RAKYATJATENG – Evakuasi KM Sinar Bangun memasuki hari ke 12. Setelah menemukan objek yang diduga bangkai kapal, jasad dan sepeda motor, Tim SAR Gabungan masih kebingungan untuk melakukan pengangkatan.Dari hasil identifikasi alat Remotely Operated Vehicle (ROV), objek diduga KM Sinar Bangun ada di kedalama 450 meter. Segala cara sudah dilakukan dan belum menunjukkan hasil signifikan.”Itu yang menjadi rapat kami hari ini. Kami sudah menemukan target. Tapi ada permasalahan kembali setelah ditemukannya objek untuk pengangkatan. Kami sudah berunding dengan pemkab dan keluarga korban. Jadi ini masih rencana, apakah ini akan dilakukan pengangkatan atau tabur bunga dan mendoakan korban. Ini ada dua opsi,” ujar Kepala Kantor SAR Medan Budiawan, Jumat (29/6).Dua pilihan itu akan kembali dirundingkan dengan pemerintah, Basarnas dan keluarga korban. Karena untuk pengangkatan bisa memakan waktu yang cukup lama.Dalam operasi SAR, ketika objek ditemukan maka akan dilakukan evakuasi. Namun kedalaman tetap menjadi kendala. Belum ada alat yang bisa masuk ke dalam dan melakukan pengangkatan.Sama seperti yang dikatakan Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi beberapa waktu lalu. “Kami harus pikir matang-matang soal keselamatan, bagaimana kami bisa menolong objek ini bisa terangkat,” tuturnya.Dalam operasi hari ke-12, tim masih mengandalkan alat ROV dan dua pukat harimau yang diinstal ke KMP Sumut I dan Sumut II. “Sekarang target dua aja. Pertama untuk target menemukan korban, dan untuk pemantauan dari udara,” ulasnya.Hingga saat ini, baru 27 korban yang dievakuasi. Tiga korban di antaranya tewas. Sedangkan 164 orang lagi diduga ikut tenggelam bersama kapal. Kasus karamnya KM Sinar Bangun juga menyeret lima orang menjadi tersangka. Satu orang nakhoda dan empat petugas Dishub Samosir. Termasuk kepala dinasnya. (pra/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI