Sekda Jateng: Angka Kemiskinan Terus Menurun

Juni 28, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada Triwulan IV 2017 sebesar 5,27 persen. Capaian tersebut sama dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2016. Peningkatan investasi di tahun 2017 menjadikan kualitas pertumbuhan ekonomi semakin lebih baik dan akan memberikan kontribusi pertumbuhan secara jangka panjang.Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, menjawab pemandangan umum dari Fraksi PPP tentang pertumbuhan ekonomi, saat menyampaikan penjelasan atau jawaban Gubernur Jawa Tengah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Jateng terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Jateng tahun 2017 pada Rapat Paripurna Tingkat I Lanjutan di Ruang Rapat Paripurna Gedung Berlian, Kamis (28/6).Terkait permasalahan kemiskinan yang ditanyakan oleh Fraksi Partai Demokrat, PPP, Golkar, dan PAN, Sri Puryono menjelaskan bahwa, angka kemiskinan dalam kurun waktu lima tahun terus menurun. Pada 2017 angka kemiskinan sebesar 12,23 persen turun 0,96 persen dari 2016 sebesar 13,19 persen. Secara nasional Jawa Tengah menempati urutan terbaik kedua dalam pengentasan jumlah penduduk miskin sebanyak 296,26 ribu jiwa.“Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan beberapa program, di antaranya pemugaran RTLH, Kartu Jateng Sejahtera (KJS), pengalokasian anggaran untuk kekurangan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan APBD Provinsi dan APBD kabupaten/kota, beasiswa bagi siswa miskin dan penyelenggaraan boarding school di tiga SMK Jateng untuk siswa miskin. Selain itu juga ada pendidikan dan pelatihan kewirausahaan serta akses permodalan murah melalui program Kredit Mitra 25 Bank Jateng,” ujarnya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng.Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang dipertanyakan oleh Fraksi Gerindra, Sekda mengatakan tahun 2017 TPT di Jateng sebesar 4,57 persen lebih baik dibandingkan TPT nasional sebesar 5,5 persen. Penyerapan lapangan kerja dengan luluasan pendidikan SMA dan lebih tinggi juga menunjukan tren kesempatan kerja yang makin baik.

Komentar

VIDEO TERKINI