Sejak Pindah, Omzet Pedagang Kios Menara Kudus Turun

Juni 28, 2018
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Sejak beralihnya arus lalu lintas, pedagang di kios Menara masih sepi pengunjung kemarin. Akibatnya, jumlah pelanggan menjadi berkurang. Hal ini berdampak pada omzet setiap harinya. Biasanya omzet bisa mencapai 70 persen, kini hanya 30 persen. Untuk itu, warga meminta pemkab melakukan inovasi agar PKL dapat sejahtera.Pantauan sekitar pukul 10.00, beberapa pedagang sudah mulai membuka kiosnya. Jumlahnya sekitar delapan kios. Lainnya tutup. Alasannya masih menikmati momen Lebaran. Termasuk adanya pilbup dan pilgub. Ada juga yang pindah lokasi karena sepi pengunjung. Ada pula yang sengaja buka sore karena sepi.Puput, salah satu pedagang jenang mengaku, sepi pengunjung sejak parkir Menara dipindah. Akibatnya, tidak ada peziarah lewat. Terlebih tukang becak dan ojek jarang mangkal di Taman Menara. Akibatnya, peziarah tidak melewati PKL Taman Menara.Secara otomatis, lanjut Puput, tidak ada yang melihat dagangannya. ”Kalau ada yang lewat sini, berarti orangnya lagi tersesat,” katanya.Beberapa saat kemudian ada lima orang lewat kiosnya yang diduga tersesat.Dia mengaku selama sistem parkir berubah, omzet jualannya berkurang. Kira-kira dalam sebulan, dia hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 300 ribu.Padahal biasanya bisa mencapai Rp 1 juta. ”Ya omzet anjlok. Beruntung saya punya pelanggan. Kalau tanpa pelanggan, saya yakin dapur tidak bakal berasap,” jelas perempuan berusia 38 tahun ini.Tak hanya Puput, Desi, salah satu pedagang yang masih bertahan. Meski omzet jualannya sedikit, hingga saat ini dia masih berharap peziarah bisa membeli dagangannya. ”Tidak usah beli tidak apa-apa deh. Paling tidak lihat dagangan saya dulu. Ini seharian, paling hanya belasan orang yang lewat. Yang lirik hanya lalat,” kelakarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI