Jika Kotak Kosong Menang, Kemendagri: Pemkot Makassar Masih Akan Dipimpin Danny Pomanto

Juni 27, 2018
Belum ada gambar

“Kalau misalkan belum ada penjabat yang di-SK-kan Kemendagri maka sementara waktu diangkat PLH (pelaksana harian), itu biasanya Sekda kota Makassar itu lah yang diangkat PLH sampai dilantiknya penjabatnya,” tuturnya.Bahtiar menambahkan, penjabat sementara itu tentunya akan diganti oleh kepala daerah terpilih pada pagelaran pemilihan pilkada Wali Kota Makassar berikutnya. Adapun pilkada berikutnya akan dilaksanakan pada 2020 mendatang.”Penjabat walikota diangkat sampai dengan 2020 pada pemilihan walikota,” ucapnya.Meski demikian, ia meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk menunggu hasil resmi yang diumumkan oleh KPU. Sebab, perhitungan cepat atau quick count belum dapat menjadi dasar yang sah.”Apakah benar kotak kosong (menang) atau memang yang paslon (yang menang)?,” ucapnya.Meski tak menghadirkan kepala daerah terpilih, Bahtiar menyebut kasus tumbangnya kandidat tunggal dari kotak kosong merupakan pembelajaran demokrasi yang baik. Artinya, saat ini suara masyarakat lah yang berdaulat. Pemilih sudah tak mau diarahkan untuk memilih satu paslon saja di Pilkada.”Rakyat hari ini yang berdaulat, rakyat itu tidak bisa dipaksa paksa dan digiring giring, ketika dia disediakan calon pemimpin yang tidak sesuai dengan nuraninya atau maunya atau pilihannya, dia tidak setuju dengan calon pemimpin yang disediakan itu,” tandasnya.Tak hanya itu, Bahtiar menyebut kasus ini dapat menjadi intropeksi bagi seluruh institusi dan pemerintahan negara. Dengan pembiayaan yang begitu tinggi, negara belum dapat menghasilkan pemimpin di daerah lantaran penolakan paslon tunggal.”Kalau sudah kita proses (pilkada) tapi tidak menghasilkan kepala daerah, perlu kita diskusikan kembali tata kelola pemerintahan seperti ini apa kekurangannya,” pungkasnya. (aim/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI