Hebat, Cara PPS Desa Kramat di Kudus Ini Layani Penyandang Disabilitas

Juni 27, 2018
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Penyandang disabilitas kerap kali menemui hambatan dalam aktivitasnya, termasuk pula dalam menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Imam Solihulhadi pun membuat terobosan agar mereka tetap bisa ikut serta dalam pesta demokrasi ini.Menurutnya di wilayah Kramat terdapat tiga penyandang disabilitas yakni tunanetra, tunarungu dan tunawicara. Bagi penyandang disabilitas, panitia akan memberikan perlakuan khusus.”Kami ada aturan bahwasannya untuk disabilitas diperlakukan khusus, misalnya antrean diupayakan didahulukan dan diberi kemudahan-kemudahan lain,” ujar Imam di TPS Desa Kramat, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (27/6).Perlakuan khusus lain yang diberikan juga berupa antar jemput. Hal ini untuk memudahkan mobilitas penyandang disabilitas.”Salah satunya itu kami PPS menjemput, kemudian kita antar pulang,” imbuh Imam.Bagi tunanetra, pihak PPS sendiri telah menyiapkan alat peraga khusus untuk melakukan pencoblosan. Alat itu berupa kertas dengan beberapa lubang berbentuk kotak yang telah di design sesuai dengan urutan paslon di kertas suara.Nanti, penyandang disabilitas ini hanya perlu mengikuti urutan kotak yang akan dipilih. Alat peraga itu juga dilengkapi huruf broile sebagai alat fungsi baca penyandang tunanetra.”Alat peraganya kebetulan ini tunanetra sudah disediakan KPU, seperti tadi bisa dilihat, sehingga memudahkan menentukan pilihannya,” pungkasnya.Perlakuan khusus memang terlihat saat penyandang disabilitas tunanetra bernama Suwarti, 67, datang mencoblos. Wanita paruh bayu itu lantas langsung didahulukan oleh PPS.Dari pantauan, saat datang pula Suwarti terlihat dijemput menggunakan becak yang disewa panitia. Setelah selesai mencoblos kemudian diantar pulang kembali. (sat/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI