Gus Yusuf: Biarkan Masyarakat Jawa Tengah Memilih Pemimpin tanpa Intervensi

Juni 27, 2018
Belum ada gambar

MAGELANG, RAKYATJATENG – Penyelenggaraan Pilkada Jawa Tengah (Jateng) yang dilaksanakan pada Rabu (27/6) sejauh ini berjalan cukup kondusif. Meski demikian, sempat ada laporan indikasi kecurangan yang masuk, seperti politik uang dan surat suara yang sudah ditandai di sejumlah daerah.Hal tersebut diungkapkan oleh KH Yusuf Chudlori, pengasuh di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Kabupaten Magelang di sela pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 9 Tegalrejo, Magelang.”Secara umum lancar. Tapi memang sempat ada laporan yang masuk, penyebaran amplop (uang), maupun surat suara yang ditandai di beberapa daerah,” kata pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu.Serta ada pula laporan aparat desa yang tidak netral. Namun demikian, indikasi-indikasi itu sampai kini masih bisa ditekan. Ia berharap sampai selesainya penghitungan suara bisa tetap berjalan lancar.”Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar, sesuai aturan yang ada. Jujur, adil dan objektif, biarkan masyarakat Jawa Tengah memilih pemimpin tanpa intervensi. Kita kawal bersama supaya bersih,” ucapnya.Dalam Pilgub Jateng, terdapat 2 kandidat calon yang bertarung. Mereka adalah calon petahana, Ganjar Pranowo yang didampingi oleh Taj Yasin. Kemudian Sudirman Said dengan wakilnya, Ida Fauziyah.Santri di pondok pesantrennya yang berjumlah tak kurang dari 12 ribu orang, separuhnya juga telah memiliki hak suara. Mereka mayoritas menggunakannya di kampung halaman masing-masing. “Karena sekarang kan masih libur,” pungkasnya. (dho/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI