Pedagang Masih Nekat Jualan di Empat Titik Zona Terlarang, Ini Langkah Disdag Kudus

Juni 26, 2018
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) kembali digencarkan. Ada empat titik lokasi zona merah atau larangan untuk berjualan yang masih ditempati PKL. Untuk itu, satgas dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus terus melakukan penyisiran.Empat titik tersebut, masing-masing depan halte bus RSUD dr Loekmono Hadi, depan bekas kafe Lunatix (sebelah barat Pasar Bitingan), trotoar Pasar Bitingan, dan di Jalan KH Wahid Hasyim.Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus Sudiharti melalui Kabid PKL Sofyan Dhuhri mengatakan, hasil penyisiran kemarin ada delapan pedagang yang diberi surat peringatan pertama. Ada tiga kali peringatan. Kalau sampai SP3 tidak diindahkan PKL, maka sudah tidak diperbolehkan jualan di tempat.”Mereka rata-rata pedagang tiban yang berjualan buah dan sayur. Wilayah RSUD dan Jalan KH Wahid Hasyim sering muncul PKL baru. Padahal sudah ada peringatan berkali-kali,” ujarnya.Sofyan menuturkan, tidak hanya berjualan di zona larangan, tapi juga pedagang yang seharusnya jualannya sore hari, sudah mulai buka pagi hari. Sehingga mengganggu ketertiban jalan, seperti di Jalan KH Wahid Hasyim. Lokasi ini masuk zona kuning.Dia menambahkan, satgas PKL memberikan teguran saat menertibkan pedagang di Jalan KH Wahid Hasyim, agar tak berjualan di zona kuning sebelum jam yang ditentukan. ”Kami menertibkan PKL dengan cara persuasif. Satgas mengingatkan agar tak berjualan dan pindah dari daerah zona kuning sebelum jam yang ditentukan. Kalau pedagang berada di zona merah, pedagang benar-benar dilarang berjualan,” tandasnya. (ks/san/lin/top/JPR)

Komentar

VIDEO TERKINI