Lewat INAB, APBD Surakarta Bisa Dilihat di Handphone

Juni 26, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Warga Solo mungkin bertanya, mengapa pajak selalu naik. Di sisi lain tidak ada pembangunan di wilayahnya? Daripada dijelaskan panjang lebar, kini Pemkot Surakarta memiliki cara jitu untuk menjawabnya. Melalui aplikasi INAB Surakarta yang memuat biaya pembangunan di Solo secara transparan.
INAB adalah Informasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo 2018 sebesar Rp 1,8 triliun. Angka sebesar itu dimanfaatkan pemkot untuk berbagai pos. Mulai dari belanja tidak langsung hingga belanja langsung. Penggunaannya pun selalu terpantau dan di bawah pengawasan ketat agar tidak terjadi kebocoran.
Namun seringkali masyarakat mempertanyakan ke mana larinya duit rakyat itu? Ada yang mengatakan jalan di kampung rusak tidak diperbaiki, pelayanan kelurahan tidak maksimal, fasilitas umum banyak yang kumuh dan tidak tertata. Lalu ke mana alokasi APBD sebanyak itu?
“Kalau walikota menjawab satu per satu pertanyaan itu pasti bakalan butuh waktu lama. Maka sekarang kita buat INAB ini,” terang Kasi Infrastruktur Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Taufan Redina, Senin (25/6).
Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengemukakan, INAB merupakan satu bentuk terobosan untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Selain itu INAB juga menjadi wujud implementasi Solo Smart City.
Aplikasi ini, kata dia, memuat seluruh informasi mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Surakarta. “Bukan hanya besarannya, termasuk serapannya, program kegiatannya. Menyeluruh,” ujar Rudy, Senin (25/6).
Rudy mengatakan, INAB sekaligus menjadi ajang bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlomba-lomba mengatur anggaran dengan baik dan cermat. Ia mencontohkan, kapanpun masyarakat bisa melihat kinerja OPD Pemkot Surakarta melalui serapan anggaran.
“Bisa dilihat hari ini serapan berapa, kalau 30 persen berarti sudah kerja. Kalau belum berarti harus dikejar lagi,” ucap dia.
Rudy meminta, seiring diluncurkannya aplikasi INAB, ASN di Kota Surakarta harus bersedia menerima kritik masyarakat setiap hari. Sebab seluruh masyarakat bisa mengawasi kinerja pemerintahan.
Program ini dapat diakses melalui aplikasi Solo Destination yang dapat diunduh di ponsel pintar.
Ke depan, tak hanya melalui aplikasi, transparansi APBD Kota Surakarta pun akan merambah ke sejumlah tempat publik seperti pasar-pasar tradisional.
“Bentuknya akan seperti papan. Kominfo yang nanti akan melaksanakan,” pungkas dia. (JPC-mtv)

Komentar

VIDEO TERKINI