Diduga Akan Dijual sebagai Bawang Merah, 25 Kontainer Berisi Bawang Bombai Mini Disita Polisi

Juni 26, 2018
Belum ada gambar

MEDAN, RAKYATJATENG – Praktik impor bawang bombai ilegal kembali terbongkar. Kemarin, polisi menyita 25 kontainer berisi komoditas tersebut di Medan, Sumatera Utara.Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, Komisaris Besar Daniel TM Silitonga mengungkapkan, dari 25 kontainer tersebut berisi 670 ton bawang merah bombai tidak sesuai perizinan, berukuran mini, mirip bawang merah.”Bawang itu rencananya akan disebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, sekitar Sumatera bahkan sampai Kalimantan,” ungkap Daniel di lokasi penyitaan, Gudang Jala Letjen Sujono 168 Medan, kemarin.Dia menerangkan, bawang bombai tersebut akan dijual sebagai bawang merah dengan tujuan untuk meraup keuntungan besar. Karena, harga bawang bombai dan tarif impornya lebih murah dibandingkan bawang merah.Menurut Daniel, bawang merah abal-abal tersebut sudah siap edar karena sudah lolos proses pengawasan di Bea Cukai dan karantina. Bawang itu mau dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak.Daniel menyebutkan, setidaknya ada tiga perusahaan terindikasi melakukan impor bawang bombai ilegal. Sekadar informasi, dalam aturan ekspor dan impor, Kementerian perdagangan (Kemendag) menetapkan bawang bombai yang masuk ke Indonesia ukurannya tidak boleh di bawah 5 cm. Soal tarif, bea masuk bawang bombai lebih murah. Yakni, hanya 5 persen, sedangkan bea masuk untuk bawang merah sebesar 20 persen. Hal ini ditetapkan karena Indonesia tidak memproduksi bawang bombai.Belum lama ini, Kementan juga berhasil membongkar praktik impor bawang bombai ilegal. Kementan telah mem-blacklist 5 perusahaan importir terkait penyalagunaan izin impor. Mereka yakni PTTAU, PTSMA, PTKAS, PTFMP, PTJS. Para importir mengimpor bawang bombai tidak sesuai peraturan untuk dijual sebagai bawang merah. Akibat kasus ini, harga bawang merah lokal anjlok.

Komentar

VIDEO TERKINI