Yuk ke Museum Jenang Kudus!

Juni 24, 2018
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Meluangkan waktu untuk singgah ke Museum Jenang Kudus sungguh mampu menggugah hati sanubari untuk tetap optimistis, bahwa nusantara dengan multikulturalnya, mampu bersaing di pentas global. Keberadaan museum, sungguh sangat penting sebagai bagian dari dunia akademik. Sebab, museum berisi pusparagam karya budaya dari masa ke masa. Yakni berbagai jenis karya seni dan karya-karya ilmiah.Maka bukanlah sesuatu yang berlebihan, jika kemudian PT Mubarok Food pun, juga memerankan bagian dari pedulinya dalam bab pendirian museum, yakni Museum Jenang yang dinamai Gusjigang X-Building.‘’Dari konten yang tergelar di museum tersebut, dapat ditangkap sebuah pesan tersirat. Bahwa: Gusjigang (baGus budi, pinter ngaJi, dan daGang) merupakan ”konsep harmoni” yang diwariskan oleh Sunan Kudus, salah satu anggota dari Wali Songo,” ujar Hasan Elmore, salah satu budayawan Kudus.Satu hal yang tak kalah menarik dari konten yang ada di Museum Jenang Kudus adalah dalam bab seni Kaligrafi. Sebab, ternyata seniman kaligrafi Kudus sering meraih prestasi yang unggul dalam festival tingkat nasional.Maka tak heran jika mushaf AlQuran ukuran jumbo dengan sentuhan tulisan tangan, juga turut menghiasi salah satu sudut ruang museum. Adapun korelasi antara dunia akademik dan museum, lantaran peran krusial para akademisi adalah berbudaya, yang meliputi: kesenian, ekonomi, organisasi, politik, pendidikan, sains, teknologi, dan lain sebagainya. Hasil nyata dari bentuk karya kebudayaan adalah ”potret capaian sebuah peradaban”.Upaya mengenali corak tradisi dan budaya yang tergelar di sebuah museum sebagai referensi bagi pengembangan karya berikutnya, sangatlah penting. Hal ini sangat relevan dengan slogan populer sang proklamator Soekarno ”jasmerah (jangan sampai melupakan sejarah).”Sejarah ibarat seorang ibu yang berjasa besar sebagai tempat kelahiran bagi regenerasi umat manusia. Sedang sejarah adalah melahirkan ide-ide dan kreativitas baru yang nantinya juga akan menjadi ”anak-anak sejarah”. Sehingga makin menyemarakkan panggung kebudayaan dan peradaban di bumi.

Komentar

VIDEO TERKINI