Pesta Kesenian Bali Dimeriahkan Sendratari Kolosal

Juni 24, 2018
Belum ada gambar

BALI, RAKYATJATENG – Hari pertama Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 dihebohkan pertunjukan sendratari drama teater musikal. Event ini dihadirkan pada malam hari. Menceritakan Ghunirta Murti “Krisna Dwipayana”, pertunjukan sarat budaya ini diperankan oleh mahasiswa ISI Denpasar. Ribuan penonton mengisi penuh tribun pertunjukan.Hadir dalam pertunjukan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.Pastika menjelaskan, sendratari ini menampilkan oratorium. Yaitu kesenian yang memadukan tarian, musik dan narasi.“Oratorium ini, memudahkan penonton yang tidak mengerti bahasa Jawa Kuno (Kawi). Setiap tahun kami terus berinovasi,” kata Pastika, Sabtu (23/6).Menurut Pastika, tujuan event ini adalah untuk melestarikan budaya Bali klasik dan mengembangkan budaya modern. Salah satu budaya klasik yang ditampilkan adalah sendratari.”Tarian itu merupakan salah satu fragmen dari epos Mahabharata. Budaya ini harus terus dilestarikan agar generasi penerus tetap mengetahuinya,” ujarnya.Pastika tidak asal bicara. Kenyataannya, dari ribuan penonton yang datang, ternyata didominasi anak-anak muda. Mereka nampak bereaksi saat terjadi adegan-adegan bagus.Drama kolosal ini menceritakan tentang sebuah kerajaan yang amat makmur. Bernama Wirata. Kerajaan ini  dipimpin seorang Raja bergelar Maha Raja Basuparicara. Di kala masa kejayaan Basuparicara, seorang prajurit datang secara tiba-tiba dengan membawa sepasang bayi laki-laki dan perempuan.Kabarnya, bayi tersebut merupakan anak dari Dewi Andrika, bidadari kayangan yang dikutuk menjadi seekor ikan. Karena telah menjelma kembali menjadi bidadari, Dewi Andrika menitipkan sepasang anaknya kepada Basuparicara.Namun, Sang Raja Basuparicara hanya mau merawat bayi laki-laki dari Dewi Andika karena bayi perempuan yang dibawa prajurit tersebut mengeluarkan bau busuk dari sekujur tubuhnya.Akhirnya Basuparicara mengutus maha patih untuk membawa bayi perempuan tersebut ke wilayah Sungai Yamuna. Bayi ini kemudian dititipkan kepada seorang nelayan bernama Dasabala.

Komentar

VIDEO TERKINI