Jelang Pencoblosan, Daerah-derah Ini Dapat Perhatian Khusus

Juni 24, 2018
Belum ada gambar

RAKYATJATENG – Kemendagri bersama aparat kepolisian dan TNI berupaya mengantisipasi terjadinya potensi konflik di 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018. Terutama di daerah yang memiliki calon tunggal dan dua calon. Pemerintah daerah (pemda) diminta untuk melaporkan atau mengupdate kondisi terkini di tiap daerah secara real time.Kasubdit Fasilitasi Peningkatan Demokrasi Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Rahmat Santoso menyatakan, update secara real time itu sangat penting untuk memetakan dan memitigasi risiko kerawanan menjelang dan saat pilkada Rabu (27/6).Menurut Rahmat, update laporan tersebut diharapkan bisa disampaikan setiap hari melalui badan kesatuan bangsa dan politik (kesbangpol). “Tiap kesbangpol, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, secara real time harus mengirim perkembangan situasi di daerah,” ujarnya kemarin (23/6).Rahmat mengungkapkan, kondisi di daerah tentu sangat dinamis sebagaimana sifat dasar dari politik. Meski sudah ada data prediktif yang menyebut satu daerah masuk rawan atau kategori merah, tidak berarti kondisi di lapangan merah terus. Bisa saja berubah menjadi kuning atau hijau yang menandakan kerawanan menurun.Karena itu, yang dilakukan Kemendagri adalah berupaya mengondisikan daerah merah tersebut agar menjadi hijau. Caranya, melalui cipta kondisi pendidikan politik ke masyarakat, perempuan, pemilih pemula, serta organisasi kemasyarakatan.”Kami juga terus berkoordinasi dengan FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) yang terdiri atas tokoh agama, masyarakat, atau adat,” paparnya.Rahmat mengakui, ada daerah-daerah yang secara khusus mendapat perhatian. Yakni, daerah yang calon kepala daerahnya hanya satu alias tunggal. Misalnya, di Pasuruan, Kota Tangerang, dan Makassar. Begitu pula bila di daerah tersebut hanya ada dua calon kepala daerah, misalnya, di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Komentar

VIDEO TERKINI