Jelang Pemilu, Facebook Deteksi Berita Hoax Lewat Cara Ini

Juni 24, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Facebook rupanya ikut ketar-ketir dengan maraknya berita hoax jelang Pemilu dan Pilpres. Kini, mereka langsung bertindak agar kejadian serupa tak lagi terulang.Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengumumkan rencana mereka menggunakan teknologi machine learning untuk mendeteksi berita palsu. Selain itu, machine learning ini juga dapat mengurangi jangkauan halaman yang menyebarkan berita palsu.Namun, kali ini fokus Facebook adalah pembuat berita palsu yang menargetkan pengguna Facebook di negara lain dengan hoax untuk mencari keuntungan.Praktik seperti ini sangat marak selama dan setelah pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2016. Contohnya, halaman-halaman yang dikontrol oleh warga Makedonia yang menyebarkan berita-berita palsu pro Donald Trump dan mendapatkan keuntungan hingga ribuan dollar dari iklan.Untuk mendeteksi berita palsu, Facebook akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta di 14 negara yang akan meninjau konten yang tersebar di platformnya yang telah ditandai sebagai berita palsu.Setelah pemeriksa menandai konten tersebut sebagai berita palsu, Facebook akan mengurangi jangkauan konten tersebut dan memperlihatkan hasil pemeriksaannya sebagai konten terkait di News Feed.Facebook juga memperluas program yang dapat memungkinkan mitra pengecek faktanya untuk mendeteksi gambar dan video yang mengandung informasi tidak benar. Facebook juga akan menggunakan teknologi yang dapat secara otomatis mengidentifikasi dan menurunkan duplikat dari berita palsu.”Hoax tiruan telah menjadi tren yang terus menguat di tahun 2017 dan 2018. Dengan menggunakan machine learning kita mampu untuk mengidentifikasi dan menurunkan duplikat dari artikel yang ditandai palsu oleh pemeriksa berita,” kata Product Manager Facebook Tessa Lyons seperti dikutip dari BuzzFeed News, Minggu (24/6).Lyons kemudian menjelaskan bahwa machine learning ini dapat mengidentifikasi halaman yang menyebarkan berita palsu untuk mengejar keuntungan berdasarkan aktifitas sebelumnya.

Komentar

VIDEO TERKINI