Berdinas Kembali, Panwaslu Awasi Kegiatan Petahana selama Masa Tenang Kampanye

Juni 24, 2018
Belum ada gambar

RAKYATJATENG – Masa cuti kampanye sudah berakhir sejak kemarin (23/6). Calon Wali Kota Malang petahana (incumbent) pun kembali berdinas mulai hari ini, Minggu (24/6). Terkait dengan hal itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bakal mengawasi para calon petahana tersebut selama berdinas.Seperti diketahui, pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018 ini, ada dua calon petahana yang mencalonkan diri sebagai Walikota Malang periode 2019-2023. Yakni Walikota Malang M Anton dan Wakil Walikota Sutiaji. Namun, dari dua orang tersebut, hanya Sutiaji saja yang kembali berdinas. Sedangkan Anton, harus absen karena menjalani masa hukuman terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi.Anggota Panwaslu Kota Malang, Erna Al-Maghfiroh mengatakan, sejak petahana kembali berdinas, pihaknya bakal terus melakukan pengawasan. “Tentu kami akan mengawasi, tidak hanya ketika dia berdinas nanti di Hari Senin, tetapi mulai hari ini. Apakah melakukan indikasi kampanye atau tidak. Karena mereka sudah dilarang berkampanye,” tegas Erna, Minggu (24/6).Dia menerangkan, pengawasan itu dilakukan antara lain, terkait apakah petahana memakai anggaran negara untuk kegiatan kampanye, apakah memakai kendaraan dinas untuk kegiatan terindikasi kampanye, serta apakah melakukan mutasi atau tidak.”Sesuai aturan, calon petahana tidak boleh melakukan mutasi sejak enam bulan sebelum masa jabatan habis. Itu termasuk yang kami awasi. Petahana itu termasuk objek titik rawan yang perlu diawasi meskipun tidak masuk masa kampanye,” papar Erna.Salah satu contoh pengawasan tersebut yakni, ketika petahana melakukan apel pagi. Nantinya akan dilihat apakah ada indikasi kampanye atau ajakan untuk memilih petahana pada saat apel tersebut.Dia merinci, unsur kampanye yang dimaksud antara lain mengajak memilih calon tertentu, menyampaikan visi dan misi, memberikan alat peraga kampanye seperti stiker. “Misal ada kegiatan yang memberikan kue. Tapi di kue tersebut ada stiker calon, itu sudah termasuk kampanye,” pungkasnya. (fis/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI