Di Surabaya, Jokowi Luncurkan PPh Final 0,5 Persen Bagi UMKM

Juni 23, 2018
Belum ada gambar

SURABAYA, RAKYATJATENG – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu di Surabaya, Jumat (23/6). PP tersebut sebagai pengganti atas PP Nomor 46 Tahun 2013 dan akan diberlakukan secara efektif mulai 1 Juli 2018.Jokowi menjelaskan, PP 23/2018 mengatur pengenaan PPh Final bagi wajib pajak yang peredaran bruto atau omzetnya sampai Rp 4,8 miliar dalam satu tahun. Pokok utama dari PP yang baru ini adalah penurunan tarif PPh Final bagi UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen dari omzet, dan wajib dibayarkan setiap bulannya.“Sebelum adanya revisi PP tersebut, saya sempat tanya-tanya kepada para UMKM tentang pengenaan PPh yang layak bagi mereka. Ternyata banyak UMKM yang mengeluh jika pengenaan PPh 1 persen terlalu berat,” ujarnya.Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan adanya pemangkasan tarif PPh menjadi 0,5 persen ini membuat beban pajak yang ditanggung oleh pelaku UMKM menjadi lebih kecil. Sehingga pelaku UMKM memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan melakukan investasi.Tidak hanya itu, PP Nomor 23 Tahun 2018 diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM agar lebih berperan aktif dalam kegiatan ekonomi formal. Selain itu, PP 23/2018 mengatur jangka waktu pengenaan tarif PPh Final 0,5 persen untuk wajib pajak orang pribadi selama 7 tahun. Kemudian untuk wajib pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma selama 4 tahun, dan untuk wajib pajak badan berbentuk perseroan terbatas selama 3 tahun.“Karena pemerintah telah memberikan kemudahan dalam membayar pajak dan pengenaan pajak yang lebih berkeadilan,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI