Divonis Mati, Aman Abdurrahman: Tidak Ada Komentar

Juni 22, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Aman Abdurrahman. Ia dinyatakan secara sah terlibat dalam berbagai aksi terorisme.Setelah dibacakan vonis, Aman tak banyak berkomentar. Bahkan, saat hakim ketua menanyakan rencana banding, pria yang akrab disapa Oman Rachman itu bergeming, tidak mengiyakan, pun tidak menolak.”Tidak ada komentar,” kata Aman di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Jumat (22/6).Namun, sesaat sebelum menjawab pertanyaan Hakim Ketua, Aman sempat terlihat menunjukan gestur melambaikan tangannya ke arah kuasa hukumnya seolah menandakan tidak mau melawan keputusan majelis hakim.Sementara itu, saat majelis hakim menanyakan sikap kuasa hukum Aman, mereka belum menentukan upaya hukum banting. Kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani mengatakan akan memikirkan terlebih dahulu kemungkinan itu.”Kami pikir-pikir dulu yang mulia,” jawab Asludin.Sebelumnya, sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ahmad Zaini menjatuhkan hukum mati kepada Aman. Bos JAD itu dinyatakan bersalah atas keterlibatannya dalam sejumlah aksi terorisme di Indonesia.”Mengadili menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman Rachman telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan dengan pidana terhadap Aman Abdurrahman dengan pidana mati,” ujar Hakim Ketua Ahmad Zaini.Sebagai informasi, Aman pernah divonis hukuman selama tujuh tahun penjara pada Februari 2005. Usai menjalani hukuman, Aman kembali ditangkap karena terbukti membiayai pelatihan kelompok teroris di Jantho, Aceh Besar.Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Dia divonis hukuman penjara sembilan tahun.Aman kemudian dinyatakan bebas pada Hari Kemerdekaan. Namun, Aman tidak langsung bebas, melainkan dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Aman berpandangan pemerintah Indonesia dan Pancasila merupakan falsafah kafir. (sat/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI