Usung Reformasi PBB, Wapres Jusuf Kalla Serukan Penghapusan Hak Veto 5 Negara

Juni 11, 2018
Belum ada gambar

TOKYO, RAKYATJATENG – Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mendorong reformasi di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salah satunya adalah menghapuskan hak veto lima negara yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.Indonesia yang beberapa waktu lalu disahkan menjadi anggota tidak tetap DK PBB akan mengusung isu reformasi tersebut. JK menuturkan, sebenarnya bukan hanya Indonesia yang menginginkan adanya reformasi itu, tapi banyak negara juga menyerukan hal serupa.”Salah satunya menghilangkan hak veto lima negara. Itu bukan hanya Indonesia tapi upaya bersama untuk mereform PBB,” ujar JK usai tiba di Bandar Udara internasional Narita, Tokyo, Jepang, Senin, (11/6).Lima negara yang menjadi anggota tetap DK PBB adalah Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Perancis. Hak veto adalah hak untuk membatalkan resolusi yang telah dikeluarkan oleh DK PBB.”Memang masalahnya selalu disitu, kalau kita bicara Palestina selalu diveto Amerika. Kalau bicara tentang negara yang kontra Rusia diveto Rusia,” imbuh dia.Wapres mengatakan, Indonesia kembali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk yang keempat kalinya. Ia menjelaskan, PBB memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia.“Ini sangat strategis apalagi kita sebagai negara yang besar tentu sangat penting posisi ini. Karena banyak masalah-masalah yang dapat kita bicarakan langsung apabila menjadi anggota DK. kalau tidak menjadi anggota DK ya itu tinggal di majelis umum aja, atau di institusi-institusi PBB lainnya,” terang Wapres.DK PBB itu satu tingkat di bawah majelis umum. Apabila dianalogikan dengan organisasi, lanjut Wapres, DK itu pengurus hariannya, yang bekerja sepanjang waktu apabila ada masalah-masalah di dunia ini. Dengan masuknya Indonesia maka selama dua tahun untuk membahas, Indonesia harus aktif membahas, menyelesaikan masalah-masalah dunia.

Komentar

VIDEO TERKINI