Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sidak Daging, Ini Hasilnya

Juni 11, 2018
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Dinas Pertanian dan Pangan Kudus melakukan sidak daging di sejumlah pengepul daerah Gebog kemarin dini hari. Hasilnya, ditemukan dokumen daging dari luar kota yang tidak sesuai dengan kondisi fisiknya. Di antaranya, kadar air dagingnya lebih banyak.Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, ada tiga lokasi pengepul daging yang dicek. Dari situ ditemukan surat keterangan yang tidak sesuai, terutama untuk daging dari luar kota. ”Kami cek dokumennya. Kadar airnya ternyata tidak sesuai dengan daging aslinya,” katanya kemarin.Dalam surat keterangan di salah satu pengepul, ada yang mendatangkan daging dari Kabupaten Boyolali. Dalam surat tertulis berat daging 150 kilogram. Namun ketika dilihat aslinya, di mana mobil L300-nya penuh dengan daging, tidak mungkin beratnya 150 kilogram.Pihaknya meyakini jika daging lebih berat. Sebab, jika beratnya 150 kilogram, yang dipotong pasti sapi kecil. Karena sapi besar sekitar 600 kilogram. Ketika sapi besar dipotong, akan menghasilkan daging rata-rata 300 kilogram. ”Sempat ada debat dengan penjual dagingnya. Kami minta jujur saja, namun tetap mereka tidak mau menjawab,” imbuh Kabid Peternakan Sa’diyah.Dalam pengukuran kadar air daging, menunjukkan angka 80,4 persen. Artinya, daging mengandung kadar air melebihi ambang batas toleransi. Seharusnya kadar air antara 75-76 persen. Di pengepul daging lain, pihaknya juga menemukan kadar air daging sebanyak 79,9 persen alias melebihi ambang batas.Karena terdapat perbedaan surat keterangan dan kondisi nyata, penjaga lapak itu diminta mengisi surat pernyataan bermeterai. Intinya akan mentaati aturan yang berlaku dalam penjualan daging di Kudus. Apabila nantinya ditemukan daging yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, bersedia menerima sanksi yang berlaku.

Komentar

VIDEO TERKINI