Polisi Gagalkan Penyelundupan 99 Kg Sabu, Siapa Pemilik Modalnya?

Juni 10, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Sebanyak 99 klogram sabu dan 20 ribu butir happyfive gagal diselundupkan ke Aceh. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai berhasil menyita barang haram yang berasal dari Hongkong dan Myanmar tersebut.”Ini jaringan internasional Penang Malaysia-Batam-Aceh,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto, Minggu (10/6).Pengungkapan bermula ketika tim satgas NIC mengendus pergerakan adanya sabu yang akan diselundupkan ke Batam pada 30 Mei lalu. Tiga orang tersangka diamankan dengan barang bukti 8 kg di Tanjung Pinang, Batam.Di lokasi kedua, pada 3 Juni, sindikat dari Penang Malaysia ini diamankan di perairan Rayeek Aceh Timur dengan barang bukti 11 kg sabu. Ada tiga orang tersangka yang diamankan. Para pelaku sempat membuang barang bukti tersebut ke laut namun berhasil diselamatkan oleh petugas.Dari hasil pengembangan, pada 4 Juni, petugas kembali mengamankan satu tersangka dengan barang bukti 30 kg sabu dan 20.000 pil Happy Five di Aceh Timur.Kemudian di lokasi terakhir pada Jumat kemarin, 8 Juni tim kembali mengamankan barang bukti 50 kg di perairan Aceh Timur. Dua orang tersangka diamankan. “Ini akan terus kita kembangkan. Masih dalam pendalaman,” tambah Eko.Dia menerangkan, barang-barang haram tersebut berasal dari Hongkong dan Myanmar. “Pasokan terbesar sabu dari Myanmar. Packagingnya dari Hongkong dan Myanmar,” imbuhnya.Sindikat ini pun ternyata sudah beroperasi selama satu tahun. “Selama setahun sudah berulang kali menyelundupkan dan baru kali ini terungkap,” imbuhnya.Kata Eko, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap donatur, yang diduga ada di Medan dan Aceh. “Pengendali ada di Lapas Tanjung Pinang, Batam. Tidak menutup kemungkinan beberapa hari lagi kita akan tangkap pemilik modal atau bandar,” tegasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI