Aturan Satu Tarif Sukses Urai Penumpukan di Tol Semarang

Juni 10, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – PT Jasa Marga Cabang Semarang mulai Sabtu (9/6) menerapkan aturan satu tarif di ruas tol Kota Semarang. Diberlakukan sejak pukul 00.00 WIB, sistem ini diklaim sukses mengurai penumpukan kendaraan di dalam tol saat arus mudik Lebaran.General Manager Jasa Marga Semarang, Johannes Mancelly, memaparkan, berlakunya satu tarif membuat para pengguna tol dalam kota cukup membayar harga yang sama baik jauh maupun dekat. Dan ini diberlakukan untuk tiga ruas tol, yaitu Jatingaleh-Krapyak, Krapyak-Srondol serta Jatingaleh-Kaligawe.Rincinya, tarif akan disesuai golongan kendaraan yaitu Golongan I Rp 5.000, Golongan II dan III Rp 7.500, Golongan IV dan V Rp 10.000. Nantinya, lanjut Johannes, pengguna tol akan ditarik tarif hanya ketika masuk tol saja.Aturan ini, menurut Johannes sudah disetujui dan sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 381/KPTS/M/2018 tanggal 5 Juni 2018. “Jaraknya sudah kita hitung lama dan mulai diberlakukan,” kata Johan, Sabtu (9/6).Dengan adanya layanan tarif terintegrasi ini, Johannes menilai, akan semakin memudahkan pengguna tol dalam kota. Dengan cukup membayar satu tarif, prosesnya pun akan lebih cepat. “Dan ini tidak hanya berlaku selama musim mudik saja, tetapi seterusnya,” sambung Johannes.Sementara Kepala Shift PT Jasa Marga Cabang Semarang, Eni Kusrini, mengklaim aturan satu tarif yang diterapkan di ruas tol Kota Semarang sukses memecahkan masalah penumpukan kendaraan di dalam tol saat arus mudik Lebaran.“Ini sangat efektif untuk memperlancar arus. Kendaraan yang sebelumnya dibebani pembayaraan saat masuk dan keluar tol, kini hanya dikenai pembayaran saat masuk,” ujar Eni saat ditemui di gerbang tol Manyaran.Berdasarkan pantauan di lokasi Sabtu (9/6) kemarin menjelang petang, arus kendaraan di sepanjang ruas tol Kota Semarang memang nampak lancar. Penumpukan kendaraan terpantau terjadi di pintu masuk tol saja. Sedangkan bagian exit tol lengang, lantaran kendaraan yang melintas keluar tidak lagi dikenai tarif sehingga langsung melaju keluar.Situasi ini berbeda dengan kondisi sebelum sistem satu tarif diberlakukan Jumat (8/6) lalu. Kendaraan yang masuk tol selalu dikenai tarif saat melintas di pintu tol dan ini kerap menjadikan arus lalu lintas di dalam tol kerap tersendat.Dengan aturan satu tarif ini, Erni menambahkan, titik-titik pembayaran turut diperbanyak. Seperti di pintu masuk Jatingaleh, dimana sebelumnya di sana tidak dioperasikan dan kendaraan yang masuk dibebani tarif di pintu tol Tembalang. Sehingga, terjadi penumpukan kendaraan.”Nah kalau sekarang, kendaraan yang masuk Jatingaleh langsung dikenai biaya dan tidak dipungut biaya lagi saat keluar tol milik Jasa Marga Semarang,” tandas Eni. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI