Tol Solo-Salatiga Diyakini Bisa Mengembangkan Potensi Salatiga

Juni 9, 2018
Belum ada gambar

Yang perlu menjadi perhatian, ruas tersebut hanya memiliki dua exit tol. GT Colomadu dan GT Boyolali. GTS Plumbon hanya menjadi pembatas. Alhasil, GT Salatiga yang letaknya dekat dengan GTS Plumbon menjadi opsi untuk keluar tol.Meski fungsional, pengelola sudah menyediakan rest area (RA) darurat di dua titik. Masing-masing di Mudal (Km 482) dan Koripan (Km 467). Selain musala, pompa air, dan toilet, pengelola berencana menyediakan mobile BBM. ”Karena musala yang dipakai adalah musala warga sekitar, rest area-nya juga bisa dimanfaatkan mereka (warga sekitar),” tutur Ngadino.Sementara itu, Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris menyatakan, tol Salatiga–Solo diyakini bisa mengembangkan potensi terpendam daerahnya. Salatiga yang selama ini dianggap sebagai ’’kota antara” Solo dan Semarang bakal makin ramai disinggahi. ”Salatiga bisa menjadi kota satelit bagi Solo dan Semarang. Orang yang bekerja di Semarang sangat mungkin memiliki rumah di Salatiga, yang di Solo juga demikian,” ucapnya.’’Jadi, menguntungkan wilayah Salatiga dalam kacamata ekonomi dan lainnya,” imbuh alumnus Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI