Tol Solo-Salatiga Diyakini Bisa Mengembangkan Potensi Salatiga

Juni 9, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Semarang seksi I sampai III telah beroperasi. Tol tersebut menghubungkan Semarang dan Salatiga. Nah, untuk seksi IV dan V atau ruas Solo–Salatiga, pengerjaannya baru mencapai 60 persen.Ruas tol Solo–Salatiga memang sangat dinanti. Sebab, jalan bebas hambatan tersebut diproyeksikan mengurangi beban jalan nasional Solo–Semarang yang semakin rapat dan memperlama durasi perjalanan. Tapi, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan di ruas tol tersebut.Misalnya, yang terlihat dari pantauan Jawa Pos pada 9 Mei lalu. Sebagian lintasan masih berupa gundukan tanah yang belum dikeruk. Mayoritas pengerjaan difokuskan pada lintasan sebidang, baik overpass (OP) maupun underpass (UP). Jumlahnya lebih dari 50.”Kami sudah menyiapkan petugas untuk menjaga lintasan,” kata Ngadino, manajer pengendalian PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN).Selain itu, penyambungan jembatan menjadi PR besar bagi pengelola. Di antara 12 jembatan yang membentang dalam ruas tol sepanjang 32,65 kilometer tersebut, titik kritis berada di Jembatan Kali Kenteng. Jembatan itu mempunyai panjang 495 meter dan tinggi 50 meter. Sejumlah rencana telah disiapkan pengelola. ”Plan B-nya adalah lewat bawah jalan kerja. Nanti di-rigit (beton),” jelas Ngadino.Demi keamanan pengguna, pengelola berencana mengoperasikan tol hanya sampai pukul 17.00. Paling malam pukul 21.00. Hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan kepolisian setempat.Kapan ruas Solo–Salatiga dibuka? Seperti ruas tol Solo–Sragen, ruas tol yang dimulai dari gerbang tol (GT) Colomadu hingga gerbang tol sementara (GTS) Plumbon di Kabupaten Semarang tersebut beroperasi pada 8–17 Juni untuk arus mudik, lalu 18–24 Juni untuk arus baliknya. Itu pun hanya digunakan satu lajur. Yakni, lajur arah Semarang menuju Solo. Perbatasan tol operasional (berbayar) dan fungsional (gratis) diposisikan di GTS Plumbon.

Komentar

VIDEO TERKINI