Kodam IV/Diponegoro Menjadi Tuan Rumah Tarling BAI Jateng

Juni 6, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kodam IV/Diponegoro menjadi tuan rumah pelaksanaan Tarawih Keliling (Tarling) yang dikoordinir oleh Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah. Tarling dilaksanakan di masjid Al Firdaus komplek Makodam IV/Diponegoro, Selasa (5/6) malam.Dalam sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto S.Sos M.Si yang dibacakan Aspers Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Gatot Heru Buana S.H menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya, atas kesediaan bapak dan ibu hadir dalam acara Tarling kali ini.Lebih lanjut dijelaskan, acara Tarling merupakan wahana untuk bersilaturahmi guna membangun dan memperkokoh rasa kekeluargaan dan kebersamaan diantara kita, yang memang diperlukan untuk meraih keberhasilan tugas yang dibebankan kepada kita untuk kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai ini.Kita ketahui bersama bahwa, esensi terpenting bagi umat muslim dalam bulan Ramadhan ini adalah dalam rangka membangun jiwa yang tangguh dan sekaligus menjadi sarana untuk belajar mengendalikan diri. Oleh karena itu, puasa yang kita lakukan hendaknya senantiasa didasari keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT secara tulus dan ikhlas.“Mari kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk mawas diri sekaligus melakukan introspeksi sejauh mana kita telah melaksanakan ajaran agama dengan benar dan sejauh mana pengamalan nilai-nilai luhur agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat diaktualisasikan,” pinta Pangdam.Sementara itu, KH Drs Soepandi dalam ceramahnya yang mengangkat tema tentang Al Qur’an menerangkan bahwa satu-satunya mujizat yang masih ada sampai saat ini hanyalah Al Qur’an.Mengapa Al Qur’an dikatakan sebagai mujizat, karena isi Al Qur’an diluar hukum alam dan tidak bisa ditiru atau terlayani.Diterangkan juga bahwa Al Qur’an merupakan kitab suci yang hebat, hal ini karena Al Qur’an diturunkan di Mekah, sebuah kota yang saat itu belum terkontaminasi dengan budaya apapun. Di kota tersebut juga sudah mengenal nama Allah sebelum Nabi lahir dan Islam ada serta Al Qur’an diturunkan, yang terbukti oleh nama Abdullah yakni dari ayah Nabi Muhammad yang berarti hamba Allah.

Komentar

VIDEO TERKINI