Ada 5.000 Guru Swasta di Klaten, 1.386 Terdaftar di PGSI

KLATEN, RAKYATJATENG – Bagi guru swasta yang ingin menyampaikan aspirasi, di Klaten saat ini sudah terbentuk pengurus Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI). Pelantikan pengurus dilakukan akhir pekan lalu, dihadiri PGSI Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Sunardi dan seratusan guru swasta di Pemkab Klaten.

Selain pelantikan dalam acara tersebut juga diadakan sarasehan bertema peran guru swasta dalam mencerdaskan anak didik berkepribadian dan berkarakter. Serta mendorong pemerintah untuk mengakomodir dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

Ketua Umum PGSI Klaten, Sumarni mengatakan, peran guru swasta memiliki peran penting dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Termasuk di Klaten, masih terdapat ribuan guru swasta yang kesejahteran mereka belum sepenuhnya baik.

“Terbentuknya PGSI Klaten menjadi salah satu sarana untuk komunikasi dan silaturahmi. Sehingga berbagai persoalan yang dihadapi guru swasta dapat menjadi bahan dan program kerja kami ke depan. Kami berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak atas terlaksananya acara ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, di Klaten terdapat sekitar 5.000 guru swasta, sedangkan yang sudah terdaftar di PGSI ada 1.386 orang. Pihaknya berharap dengan dibentuknya pengurus kabupaten maka guru swasta di sekolah perkotaan maupun pedesaan dapat bergabung.

“Terbentuknya organisasi ini juga sebagai upaya meningkatkan profesionalitas guru, menjadi wadah untuk advokasi guru. Kami berharap guru juga ikut berperan dalam pengambilan kebijakan pendidikan mulai dari satuan pendidikan hingga tingkat nasional,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PGS Pusat Muh Fatah menambahkan, koordinasi dan konsolidasi masih terus dilakukan agar peran PGSI bisa maksimal hingga ke daerah. Pihaknya berharap pemerintah semakin memperhatikan kesejahteraan dan kondisi guru swasta.

“PGSI juga akan komunikasi dengan DPR RI agar guru swasta juga mendapat ruang dalam Undang Undang ASN. Peran guru swasta dalam memajukan pendidikan di Indonesia sangat penting. Terutama daerah terpencil yang masih kekurangan tenaga kependidikan,” tambahnya.

Seratusan guru yang datang dalam pelantikan dan sarasehan nampak serius dan antusias untuk mengikuti kegiatan. Banyak yang menyampaikan pertanyaan tentang persoalan yang dihadapi guru swasta kepada narasumber. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono