Budidaya Buah Naga di Sleman Dikagumi Dirjen Hortikultura

Juni 1, 2018
Belum ada gambar

“Generasi muda mestinya terjun ke pertanian. Prinsipnya bila ingin bertani harus niat yang kuat, tekat bulat dan nekat,” pintanya.Jadi Inspirasi Para PetaniDalam kesempatan kunjungan kerjanya, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Gun Sutopo. Petani jangan mudah menyerah dan arus inovatif yang mengikuti perkembangan jaman serta harus bisa mencari terobosan.“Ini sesuatu yang luar biasa. Bayangkan, lahan tidak produktif bisa diolah menjadi kebun buah naga,” ujarnya.Menurut Suwandi, jika satu tanaman bisa menghasilkan buah 20 sampai 30kg saja kita bisa panen 20 hingga 30 ton per hektarnya. Di Sabila Farm perkilo 30 ribu, berarti 900 juta rupiah. Sementara biaya perpohon hanya 250 ribu, artinya ini sudah menjadi celah bisnis yang menjanjikan.“Apalagi bisa memberi lapangan kerja warga sekitar juga. Tapi memang tantangan di kita adalah varietas unggul preferensi konsumen dan teknologi budidaya,” ungkapnya.Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sleman Edi Sri Harmanto menjelaskan Sleman memiliki potensi besar untuk buah naga yakni encapai 300 hektar. Apalagi permintaan masyarakat terus meningkat, buah naga mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan.“Perbanyakan bibitnya pun mudah, bisa menggunakan cara vegetatif. Saat ini hanya ada sekitar 20 hektar buah naga di Sleman,” terangnya.“Permintaan pasar lokal sendiri tidak pernah terputus. Selain untuk pemenuhan di wilayah Jogja sendiri, buah naga dari Sleman juga dipasok ke daerah Bogor dan Jakarta,” pungkas Edi. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI