Budidaya Buah Naga di Sleman Dikagumi Dirjen Hortikultura

Juni 1, 2018
Belum ada gambar

SLEMAN, RAKYATJATENG -Kementerian Pertanian (Kementan) melirik peningkatan produksi buah naga. Pasalnya, buah tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga potensi ekspornya besar.Sabtu pekan lalu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyambangi salah satu sentra penghasil buah naga di Wisata Agro Sleman, Jogjakarta. Lokasinya persis di lereng Gunung Merapi.Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan buah yang berasal dari tanaman sejenis kaktus ini dapat tumbuh di Indonesia.Salah satu yang berhasil membudidayakannya adalah Muhamad Gunung Sutopo. Di tangan pria yang ramah lulusan IPB ini, buah naga dibudidayakan dengan omset jutaan rupiah per bulannya.Di Kertodadi, Pakem Binangun Sleman ini, Gun Sutopo panggilan sosok yang murah senyum ini memiliki Sabila Farm yang mengelola lahan seluas 10 hektar untuk pengembangan buah-buahan.”Dulu sebenarnya ini lahan tidak optimal, tapi bisa disulap jadi kebun buah naga,” jelas dia.“Ada 4 hektar khusus buah naga, ada 1000 pohon per hektare. Sisanya untuk sirsak, alpukat, jeruk, srikaya, pisang, durian dan sayuran,” lanjut Suwandi.Sementara Gun Sutopo menambahkan buah naga ini yang ada di pertanaman ini sudah 13 tahun. Buah naga ini sudah ekspor sampai Eropa dan Amerika Latin. Buah naga asal Indonesia identik wilayah tropis, sangat disukai masyarakat luar negeri.“Pesaing kita dari Israel, Vietnam dan Thailand. Ini tantangan buat kita. Sabila farm banyak mempekerjakan masyarakat sekitar. Disini juga dipakai untuk tempat pelatihan,” tuturnya.Di musim liburan, Sabila Farm yang dikelola Gun Sutopo selalu ramai pengunjung. Tahun lalu ada 14 ribu pengunjung dan 6 ribu diantaranya belajar magang.“Sabila farm sendiri sudah memperluas jaringan dan binaannya hingga tersebar di 17 lokasi baik di Jawa maupun Luar Jawa dengan 600 hektare buah naga. Pasar tidak ada masalah,”sebut Gun.

Komentar

VIDEO TERKINI