Giatkan Siskamling dan Pantau Medsos

Mei 30, 2018
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meminta jajarannya untuk mengaktifkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Hal ini sebagai upaya mendeteksi dan pencegahan dini terhadap pergerakan warga negara asing (WNA). Terutama mereka yang tinggal di Kabupaten Klaten, pascateror beruntun di berbagai daerah, beberapa waktu lalu.Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Klaten, Sigit Gatot Budiyanto mengatakan, instruksi tersebut dikeluarkan setelah rapat khusus yang dipimpin Bupati Klaten, Sri Mulyani, 17 Mei lalu. Sebagai langkah antisipasi keamanan. Apalagi, sebentar lagi bakal banyak agenda politik diselenggarakan.”Keamanan tidak hanya tugas kami saja, tetapi melibatkan berbagai pihak. Mulai dari tokoh agama, FKUB hingga kepolisian juga perlu dilibatkan. Termasuk masyarakat yang mengetahui ada gerakan yang mencurigakan di lingkungannya bisa langsung dikoordinasikan kepada pihak yang berwajib,” jelas Sigit, Selasa (29/5).Di tingkat bawah, kesbangpol telah mengirimkan surat edaran ke forum deteksi dini masyarakat (FKDM) kecamatan dan desa. Diharapkan di masing-masing tingkatan wilayah untuk dapat meningkatkan deteksi dini terhadap orang luar daerah dan juga asing. Hal ini untuk meminimalisir kegiatan yang bisa mengganggu terkait keamanan dan ketrtiban masyarakat (Kamtibmas).Khusus untuk pengawasan WNA, kesbangpol dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya sudah melakukan sidak ke beberapa perusahaan. Hasilnya, jumlah WNA yang bekerja maupun tinggal di Klaten mencapai 88 orang.”Keamanan masyarakat tidak hanya dibebangkan kepada pemerintah saja. Masyarakat dan semua elemen seharusnya turut serta. Justru pokok kamtibmas pada masyarakat untuk aktif berperan yang salah satunya lewat Pos Kamling tersebut,” tandas Sigit.Selain itu, pantauan terhadap media sosial juga gencar dilakukan. Masyarakat diminta lebih bijak terhadap berita di media sosial yang sumbernya tidak jelas alias hoax. Maka, kesbangpol mengajak masyarakat untuk lebih cermat dan memahami isi dari pemberitaan tersebut.

Komentar

VIDEO TERKINI