Antisipasi Status Merapi, Pemkab Klaten Siapkan Penampungan Ternak

Mei 30, 2018

KLATEN, RAKYATJATENG – Jumlah hewan ternak milik warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Klaten mencapai ribuan ekor. Hal ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyiapkan tempat untuk penampungan ternak alias kandang komunal. Mengantisipasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi siaga.Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Ahmad Wahyudi mengatakan, pihaknya terus mencari lokasi paling tepat untuk kandang komunal. Sebab saat terjadi erupsi Merapi, yang mengungsi bukan cuma warga, namun juga ternak mereka.”Kalau warga sudah ada tempat pengungsiannya dengan memanfaatkan shelter. Tapi yang masih kami cari lahan untuk kandang komunal hewan ternak mereka. Maksimal lokasinya 2 km dari shelter pengungsian,” beber Ahmad, Selasa (29/5).Beradasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Klaten, terdapat tiga desa di Kecamatan Kemalang yang masuk dalam KRB III. Yakni Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo. Dari ketiga desa yang memiliki jarak sekitar 4 km dari puncak Merapi itu ada 4.669 ekor sapi dan 1.338 ekor kambing.Di Desa Sidorejo terdapat 2.220 sapi dan 514 kambing, sedangkan untuk di Desa Balerante terdapat hewan ternak sebanyak 1.165 sapi dan 2017 kambing. Serta di Desa Tegalmulyo terdapat 1.284 sapi dan 617 kambing. Melihat banyaknya jumlah hewan ternak itu, Ahmad mengaku perlu disediakan lokasi penampungan hewan ternak yang cukup luas.”Ini yang harus kita carikan solusi. Karena tidak semua shelter pengungsian memiliki lahan yang luas. Tetapi tidak harus menjadi satu dengan shelter juga karena berdasarkan simulasi yang kita lakukan maksimal ya 2 Km itu,” jelasnya.Terkait lokasi pengungsian di Kabupaten Klaten, terdapat tiga shelter. Yakni Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan dan Desa Menden, Kecamatan Kebonarum. Menurutnya, dari ketiga shelter tersebut, Demakijo masih kesulitan mencari lokasi kandang komunal. karena keterbatasan lahan yang ada.

Komentar