Lima Hari Banjir Rob, Warga Demak Pilih Tak Mengungsi

Mei 28, 2018
Belum ada gambar

DEMAK, RAKYATJATENG – Banjir rob melanda kawasan Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) sejak Kamis (24/5) lalu. Artinya, hingga kini bencana yang disebabkan meluapnya air laut itu sudah memasuki hari kelima. Meski demikian, tak satupun warga yang mengungsi.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho mengatakan, para warga memilih untuk tidak mengungsi. Mereka telah terbiasa dengan situasi seperti ini.”Memang sudah langganan rob, malam itu (air) naik. Pagi turun lagi. Warga memilih tidak mengungsi dan aktivitas juga berjalan seperti biasa,” kata Agus saat dihubungi, Senin (28/5).Seperti apapun kondisi banjir rob yang menerjang, para warga selalu memilih untuk menetap. Sekalipun sudah ada ajakan untuk mengungsi. “Mereka evakuasi mandiri,” sambung Agus.Dengan adanya hal tersebut, BPBD Demak menjadi kesulitan melakukan pendataan terhadap warga terdampak. “Mereka saja tidak mengungsi. Kami jadi tidak bisa mencatat. BPBD telepon, mereka malah bilang sudahlah pak, kita juga tahu diri tinggal di wilayah rob,” ujar Agus seraya menirukan ucapan warga.Puncak banjir rob sudah terjadi pada 23 Mei lalu. Saat itu, tingkat permukaan air mencapai 1-1,25 meter. Kini permukaan air sudah berangsur turun.Sementara untuk wilayah terdampak semenjak hari pertama terkena rob hingga kini juga belum mengerucut. Antara lain Desa Timbulsloko, Sriwulan dan Bedono di Kecamatan Sayung. Kemudian ada pula beberapa Kecamatan di Bonang seperti Morodemak, Margolinduk, dan Betawalang.Agus menambahkan, solusi yang tepat demi terselamatkannya sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kota Semarang dari banjir rob adalah dengan membangun tanggul laut. “Kemarin kan wacana dari beberapa DPRD provinsi untuk memperpanjang tanggul laut dari 7 kilometer menjadi 20 kilometer. Paling tidak, pemukiman warga tidak terdampak dulu,” tandasnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI