Jelang Lebaran, DPU-PR Klaten Fokus Cek Kondisi Jembatan

Mei 28, 2018
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG -Menghadapi arus mudik Lebaran, Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten fokus melakukan investigas terhadap kondisi jembatan-jembatan di Klaten. Sebab diprediksi intensitas kendaraan yang melintas di kawasan Klaten cukup tinggi pada arus mudik dan balik Lebaran.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten, Suryanto menjelaskan, ada dua jembatan besar yang melintasi Sungai Bengawan Solo. Yakni Jembatan Sidowarno dan Jarum. Terkait kondisi saat ini, Jembatan Jarum masih bagus.”Itu hasil pengecekan tahun lalu. Tetapi akan kami lakukan peninjauan lagi. Termasuk seluruh jembatan yang ada di Klaten,” terang Suryanto, Minggu (27/5).Suryanto menambahkan, Jembatan Sidowarno yang selama ini menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Sukoharjo juga jadi fokus perhatian. Meski bukan jalur utama, namun cukup sering dilintsi pengendara dari arah Sukoharjo maupun sebaliknya.Jembatan Sidowarno memiliki panjang 200 meter dan lebar 7 meter. Terdiri dari empat bentangan. Kendaraan yang diperbolehkan melintasi maksimal 7 ton.”Catatan buruknya jembatan ini pernah terjadi 2012 lalu. Sejumlah baut jembatan hilang. Upaya perbaikan dengan pengelasan semua baut agar tidak mudah dicuri orang,” timpal Suryanto.Infrastruktur lain yang dipelototi yakni Jembatan Bunder Cilik di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom. Karena sering dilintasi truk galian C.”Sebenarnya sudah kami ajukan anggaran ke Pemprov Jateng untuk membuat jembatan baru di Desa Bandungan. Sekitar Rp 7 miliar, tetapi hanya turun Rp 4,6 miliar. Sehingga tidak jadi membuat jembatan baru. Lalu kami alihkan untuk perbaikan jalan,” ucap Suryanto.Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan perawatan jembatan di Klaten. Melalui pengecekan berkala dan pemeliharaan yang dianggarkan Rp 4,1 miliar. Sayangnya, anggaran itu masih dibagi dengan pemeliharaan jalan di Klaten.

Komentar

VIDEO TERKINI