Harganya Murah, Rokok Ilegal Tidak Dijual Terang-terangan

Mei 28, 2018
Belum ada gambar

BLORA, RAKYATJATENG – Rokok ilegal masih banyak beredar dijual di warung dan toko kelontong. Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Blora berhasil menemukan ratusan bungkus rokok ilegal berbagai jenis sejak Januari hingga akhir April lalu. Meski begitu, Disdagkop UKM tidak bisa melakukan tindakan kepada penjual. Hanya memberikan pembinaan.Kabid Perdagangan Disdagkop dan UKM Blora Jasmadi mengatakan, tersebarluasnya rokok ilegal karena harganya lebih murah. Satu bungkus, pembeli bisa mendapatkan rokok seharga Rp 5.000. Sedangkan, rokok resmi harganya bisa dua kali lipat.Rokok resmi menurut Jasmadi, memiliki pita cukai dari Bea Cukai. Satu batang rokok saja cukainya Rp 375. Jika satu bungkus rokok berisi 14 batang, tentu tidak mungkin harganya hanya Rp 5.000. Belum lagi dihitung ongkos kirim dan bungkus rokoknya. “Maka itu (rokok murah, Red) jelas rokok ilegal,” tegasnya.Kebanyakan penjualan rokok ilegal, kata dia, dijual di warung-warung pinggiran. Juga, kios dan pasar. Hanya, mereka lebih tertutup dan tidak jual terang-terangan. Mereka baru mengeluarkan saat ada pembeli. “Tapi rokok ilegal tidak berani jual di pasar kota,” imbuhnyaBanyaknya penemuan, menurut Jasmadi, rokok ilegal itu tidak ada yang diproduksi di Blora. Kebanyakan didatangkan dari luar Blora, seperti Jawa Timur dan kabupaten/kota sekitar Blora.Disdagkop hanya bisa memberikan pembinaan dan arahan kepada penjual agar tidak menjual rokok ilegal. “Kalau rokok kami amankan ini semua bukan kami sita. Tapi ini kami beli,” ujarnya seraya menunjukkan ratusan bungkus rokok ilegal yang disita.Rokok yang disita itu, diambil sampelnya dan dilakukan uji kadar tart dan nikotin di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Solo. “Ini masih kami ajukan ada 10 jenis rokok, saat ini masih belum keluar hasilnya,” imbuhnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI