Tak Disiplin, Petugas Haji Terancam Dicoret

JAKARTA, RAKYATJATENG – Pelatihan petugas haji Arab Saudi dimulai hari ini, Minggu (27/5). Hari pertama diwarnai insiden keterlambatan sejumlah peserta saat apel pagi.

Melihat hal itu, Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi H Datsir langsung memberikan warning keras. Dia mengancam akan mencoret nama petugas haji yang tidak disiplin.

“Saya tidak segan-segan membatalkan keberangkatan Anda jika tidak mampu memenuhi disiplin di sini,” tegas Khoirizi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Warning itu disampaikan setelah apel pagi molor dari jadwal. Semula, disampaikan bahwa apel pagi dimulai pukul 07.00. Pada jam tersebut, semua petugas haji harus sudah berkumpul di halaman gedung serbaguna, Asrama Haji. Kenyataannya, sampai pukul 07.15 masih ada beberapa orang yang belum datang.

Beberapa panitia sempat berteriak memanggil petugas haji yang terlihat berjalan santai di kejauhan. “Ayo lari Pak, lari, jangan jalan santai,” teriak panitia.

“Kalau sampai terlambat lagi, tutup saja pagarnya. Biar mereka apel di luar pagar,” imbuh panitia.

Khoirizi mengingatkan, menjadi petugas haji merupakan amanah yang tidak ringan. Beberapa tantangannya adalah menjaga kedisiplinan, loyalitas terhadap tugas, dan kesiapan meninggalkan keluarga untuk sementara waktu. Khoirizi yang menjadi inspektur apel itu juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga tiga hal.

“Tolong Anda semua mampu menjaga kedisiplinan, kerjasama, dan komitmen serta disiplin yang kuat,” tegas Khoirizi.

Penilaian terakhir berdasar pada hasil seleksi, penetapan hasil kinerja, dan kebutuhan organisasi. “Karena itu, jangan menganggap karena kalian sudah ditetapkan oleh instansi kalian, lalu tidak bisa dibatalkan. Akan saya batalkan kalau kalian tidak disiplin,” tegasnya lagi.

Warning tersebut, menurut dia, berlaku untuk semua petugas haji dari instansi manapun. Sebagaimana diketahui, petugas haji yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi berjumlah 780 orang. Mereka berasal dari Kemenag, Kemenkes, TNI, Polri, media, dan instansi terkait lain.

Khoirizi mengatakan, meski lintas instansi, dia tidak akan segan meminta petugas haji yang tidak memenuhi aturan untuk dicoret dari daftar keberangkatan. “Saya bisa menghubungi pimpinan kalian masing-masing (untuk meminta pembatalan petugas haji, Red),” katanya.

Khoirizi menambahkan, apel pagi merupakan salah satu cara untuk menekankan komitmen dan disiplin petugas haji. Setelah apel pagi, seluruh peserta mengikuti materi tentang Program Prioritas Kemenag dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji yang disampaikan Sekjen Kemenag Nur Syam. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono