Rob Belum Surut, Sejumlah Kecamatan di Pekalongan Masih Terendam

Mei 27, 2018
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Banjir rob yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan belum menunjukkan tanda-tanda surut total. Meski sempat surut, permukaan air kembali meningkat. Hal itu pun masih kerap terjadi. Diperkirakan, kenaikan air berlangsung hingga tanggal 2 Juni 2018 nanti.Hal tersebut diutarakan oleh Kepala BPBD Pekalongan Bambang Sujatmiko saat dihubungi, Minggu (27/5). “Melihat laporan dan hasil dari BMKG, kemungkinan masih berlanjut sampai tanggal 2 Juni. Tapi semoga bisa surut lebih cepat,” ujarnya.Bambang menyebut, situasi naik turunnya permukaan air rob yang melanda Pekalongan masih berlangsung hingga hari ini. “Tadi malam sempat tinggi, tapi ini sudah surut lagi,” sambungnya.Dijelaskannya, lokasi yang terdampak rob memang mengerucut tak seperti hari-hari awal bencana ini melanda. Hingga hari ini ia mengungkapkan, tinggal tiga kecamatan saja yang masih tergenang.Kecamatan yang dimaksud antara lain, Kecamatan Tirto meliputi Desa Jeruksari, Tegaldowo dan Karangjompo. Lalu Kecamatan Wiradesa di kelurahan Bener. Sementara Kecamatan Wonokerto yang terdampak adalah, Desa Pecakaran; Api Api; Wonokerto Wetan; Wonokerto Kulon; Tratebang dan Pesanggrahan.”Ketinggian desa terdampak bisa bervariasi, tergantung kontour tanahnya. Kalau yang rendah bisa mencapai limapuluh centimeter,” jelasnya lagi.Dengan adanya hal tersebut, Bambang menjelaskan bahwa, pihaknya sebenarnya telah melakukan upaya evakuasi terhadap warga terdampak. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat secara mandiri sudah mengetahui. Apabila air sedang naik, mereka mampu menyelamatkan diri dan barang berharga milik mereka.”Tapi hingga semalam, jumlah warga mengungsi masih delapan ratus orang. Ada yang sampai tadi pagi memilih untuk tidak kembali ke rumah karena masih terendam dan tak bisa beraktivitas,” tutur Bambang.BPBD Kabupaten Pekalongan sendiri, lanjut Bambang, bersama para relawan telah mengerahkan seluruh kemampuan demi tercukupinya kebutuhan warga terdampak, termasuk logistik. “Walaupun ini selimut masih kurang ya,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI