Berbuka Puasa dengan Menu Khas Kopi Arab di Masjid Menara Semarang

Mei 27, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Berbuka biasanya identik dengan sesuatu hal yang manis, karena hal tersebut dianjurkan oleh nabi dan sifatnya sunah. Tetapi apa jadinya kalau berbuka dengan kopi? Itulah kekhasan yang terjadi di Masjid Menara, Layur, Dadapsari, Semarang. Takmir masjid menjadikan kopi sebagai salah satu menu berbuka.Tapi ingat, kopi bukan sembarang kopi, melainkan kopi arab. Kopi tersebut merupakan rajikan dari pasutri asal Semarang, Ali Mahsun 52, dan Nur Hidayati, 50. Keduanya adalah pembuat minuman Kopi Arab bagian menu takjil di Masjid Menara.”Dinamai Kopi Arab bukan karena bibit atau bubuk kopinya dari negara Arab sana, bukan. Tapi ini resep bawaan dari orang Yaman,” ujar Ali yang juga merupakan pengurus Masjid Menara ini, Sabtu (26/5).Ditemui saat jelang waktu berbuka puasa di kediamannya yang hanya bersebelahan dengan Masjid Menara, baik Ali maupun Nur sebenarnya pada waktu itu terlihat sibuk. Mereka bergegas menyiapkan sejumlah rempah sebagai bahan dasar pembuatan Kopi Arab ala mereka.Dilihat dari bahan bakunya saja, yakni tujuh rempah alami berupa Kapulaga, cengkeh, kayu manis, sere, jahe, pandan, serta daun jeruk, bisa dilihat bahwa yang mereka siapkan adalah bukan minuman biasa. “Ya sejenis herbal, jadi bukan bikin mules, tapi hangat di perut,” jelas Ali lagi.Terlihat keduanya di dapur melakukan tugas masing-masing. Ali disibukkan dengan menyiapkan jajan pasar hidangan buka puasa. Sedangkan Nur, bak di luar kepala paham betul jumlah takaran rempah yang harus ia pakai dalam menyiapkan Kopi Arab ini.”Suami saya yang mengajarkan. Kalau soal takaran saya tidak tahu pasti, tapi pasti sejumput, segenggam seperti ini,” ujar Nur sembari menuang air rebusan kopi bercampur rempah tadi ke dalam ceret.

Komentar

VIDEO TERKINI