Soal Pembangunan Pasar Klewer Timur, Ini Penjelasan Pemkot Surakarta

Mei 26, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Setelah menggantung selama setahun, pembangunan Pasar Klewer Timur akhirnya bakal terwujud. Pemerintah pusat memberikan lampu hijau untuk mengucurkan anggaran pada APBN 2018.Hal itu disampaikan Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyamo, Jumat (25/5). Dia mengatakan, restu dari Presiden Joko Widodo menjadi kata kunci dalam proyek yang diperkirakan menelan anggaran Rp 57 miliar itu. Presiden memerintah Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera mengucurkan bantuan anggaran untuk pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah tersebut.“Surat balasan dari presiden sudah kami terima. Intinya presiden memerintahkan Kemendag untuk menindaklanjutinya,” katanya.Sebelumnya, pemkot menyurati presiden ihwal lambatnya Kemendag dalam mengucurkan anggaran untuk Pasar Klewer timur. Pemerintah pusat tetap berkomitmen untuk membangun Pasar Klewer tersebut. Hanya saja, pemkot tidak berdiam diri menunggu kucuran bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Pemkot tetap mempertimbangkan berbagai hal, termasuk pengalaman kegagalan pembangunan Pasar Klewer timur di tahun lalu.“Kami memberi waktu sampai Agustus nanti, kalau memang anggaran (pusat) tidak cair ya sudah kita kerjakan sendiri,” imbuhnya.Meski begitu, pemkot tetap berharap pembangunan Pasar Klewer timur dibiayai Kemendag. Pertimbangannya, pemkot telah menyewa lahan dan merelokasi pedagang ke pasar darurat di alun-alun utara (alut). Apalagi bangunan pasar lama sudah dibongkar dan diratakan.Seandainya permohonan pengalokasian anggaran dikabulkan Kemendag, walikota mengklaim proyek tersebut bisa selesai tahun ini. “Anggarannya paling hanya butuh Rp20-an miliar. Itu kalau kita anggarkan sendiri di APBD Kota Solo,” katanya.Pemkot menyiapkan dua design untuk pembangunan Pasar Klewer timur. Design pertama pembangunan Pasar Klewer dengan skema pembiayaan dari Pemerintah Pusat dengan estimasi anggaran Rp 57 miliar. Konsepnya dibangun lantai basement dan semi basement, serta bagian atas digunakan untuk hall. Sedangkan desain lain disiapkan pemkot menyesuaikan anggaran daerah. Yakni dibangun sama seperti sebelum dibongkar, tanpa basement dan hall.Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan, pemkot akan mengajukan permohonan perpanjangan sewa lahan Alut ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Permohonan masa perpanjangan sewa lahan dilakukan untuk mengantisipasi molornya pembangunan Pasar Klewer sisi timur.Pemkot berencana mengalokasikan anggaran perpanjangan sewa lahan Alut di APBD Perubahan (APBD-P) 2018. Anggaran tersebut sekaligus alokasi redesign pembangunan Pasar Klewer timur.“Nilai sewa nanti masih sama Rp 2,5 miliar,” terangnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI