Perawatan Menara Kudus Libatkan Ahli Arkeologi

Mei 26, 2018
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Perawatan Menara Kudus telah melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Namun, masih ada masyarakat yang usil. Kondisi itu dikhawatirkan merusak keasliannya.Mohammad Rosyid, pemerhati sejarah dari IAIN Kudus mengungkapkan, perawatan tidak hanya mengandalkan dari BPCB. Tetapi melibatkan semua pihak.Dia mencontohkan, terkadang dijadikan mangkal anak-anak muda. Mereka duduk di badan menara. Dengan begitu, dikhawatirkan menimbulkan gesekan di bangunan menara.Selain itu, terjadi kesemrawutan di kawasan Menara Kudus. Peraturan lalu lintas juga sering dilanggar. Marmerisasi di kawasan menara seharusnya menjadikan kawasan lebih tertib dan indah. ”Meski mobil umum dilarang melewati jalan tersebut, masih ada yang melanggar dan tidak mengindahkan rambu lalu lintas yang terpasang,” paparnya.Sementara itu, Koordinator Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Deny Nur Hakim mengatakan, perawatan Masjid-Menara Kudus tak bisa dipisahkan dari BPCB Jawa Tengah. Ikon Kota Kudus itu sebagai bangunan cagar budaya. Perawatannya dipantau ahli-ahli arkeologi.“Tenaga BPCB Jateng yang dilibatkan dalam pemeliharaan sehari-hari terdapat dua orang. Kedua orang tersebut mempuyai kemampuan dalam pemeliharaan benda-benda cagar budaya,” ujarnya.Dia mengatakan, personel yang dilibatkan merupakan orang-orang khusus. Selama ini bertugas melakukan perawatan maupun perbaikan kecil-kecil di kompleks makam Sunan Kudus. Mengingat konstruksi bangunan di kompleks makam Sunan Kudus membutuhkan perawatan ekstra agar tidak mudah lapuk. “Setiap tumbuh lumut harus segera dibersihkan agar kualitas batanya tetap terjaga,” ujarnya.Terkait ramainya berbagai aktivitas di kawasan menara, dia mengaku masih tergolong ditoleransi. Misalnya ada orang yang duduk berselasar di badan bangunan menara, pihaknya membiarkannya.”Kalau mereka hanya duduk-duduk tidak masalah. Asalkan jangan sampai usil merusak bangunan. Jika hal itu sampai terjadi tentunya ada sanksinya yang diberikan bagi pelanggar sesuai aturan dari BPCB,” imbuhnya.

Komentar

VIDEO TERKINI