Lima Poin Dipersiapkan Pemprov Jateng Jelang Lebaran, Apa Saja?

Mei 26, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sedikitnya ada lima poin yang dipersiapkan Pemprov Jateng dalam menghadapi Lebaran. Yakni, infrastruktur, transportasi, kesehatan, kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), dan penanggulangan bencana. Kelima poin tersebut menjadi pembahasan intensif dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Gradhika Bhakti Praja kemarin (25/5).Sekda Jateng Sri Puryono berharap, seluruh elemen pemerintahan, mulai pemprov hingga 35 kabupaten/kota di Jateng bisa mempersiapkan tradisi Lebaran. “Para pemudik itu kan warga kita yang pulang kampung. Harus disambut sebaik-baiknya,” terangnya.Karena itu, infrastruktur harus disiapkan. Jalan yang dikelola nasional, provinsi, dan kabupaten/kota bisa mendukung kenyamanan dan keamanan pemudik. “Kemarin ada bupati/wali kota yang protes soal pembangunan jalan tol yang ‘meninggalkan bekas’. Kemudian saya sampaikan ke pihak jalan tol untuk membetulkan jalan yang rusak. Terutama di daerah Pekalongan dan Tegal. Pokoknya jalan yang rusak akibat pembangunan tol, harus diperbaiki,” jelasnya.Dijelaskan, kondisi jalan provinsi saat ini tidak ada perbedaan tinggi. Sehingga, jalan bisa difungsikan dua lajur/dua jalur. Namun, khusus jembatan Grawah ruas Boyolali-Selo-Jrakah dilakukan sistem buka tutup. Karena tengah dilakukan penggantian jembatan.Untuk mengantisipasi kemacetan, terutama ruas jalan tol baik Brebes-Semarang maupun Semarang-Solo, telah disiapkan alternatif exit tol dengan konstruksi lean concrette (LC). Selain itu, kondisi exit jalan kabupaten/kota, seperti di Pemalang, Batang, Weleri, Kendal, Semarang, Salatiga, Karanganyar, dan Sragen, maupun jalan provinsi pada jalur tersebut juga disiapkan dengan baik.Masih terkait dengan infrastruktur, sekda meminta Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk mengecek terminal. Sebab, beberapa waktu lalu, ketika menggelar sidak di terminal, ditemukan masih ada armada bus yang tidak memenuhi syarat jalan. “Jadi tolong dicek kelayakan kendaraan dan jaga keamanannya,” tuturnya.Stasiun pun diminta tidak lepas dari penjagaan dan pengawasan. Sri Puryono juga memberi catatan khusus mengenai perlintasan sebidang yang perlu ada penjagaan khusus.Mengenai bandara, sekda berharap terminal baru New Ahmad Yani Semarang bisa dioperaisonalkan untuk arus mudik Lebaran. Hanya, keputusan itu belum final karena tim verifikasi dari Kementerian Perhubungan akan kembali mengecek soal kesiapannya.”Termasuk pertimbangan jalan masuk menuju bandara baru. Kan tidak lagi seperti bandara lama. Kemarin juga masih ada keluhan soal ketersediaan air bersih. Ini sedang kami diskusikan dengan Pemkot Semarang,” bebernya.Pada kesempatan itu, Sri Puryono mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota untuk tidak bosan mengecek harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar setiap hari. Jika ada harga komoditas yang mulai merangkak naik, bisa langsung dilaporkan. Jika ada yang naik sampai 10 persen selama tiga hari, pihaknya akan langsung bertindak.”Sekarang sudah ada SiHati. Semua asisten setiap pagi tolong buka Android-nya untuk lihat SiHati. Jadi sarapan tiap paginya lihat SiHati,” jelasnya.Sekda juga meminta agar fasilitas kesehatan, terutama puskesmas untuk tidak libur saat Lebaran. Setidaknya ada petugas piket yang siap melayani masyarakat. Apalagi, sekarang cuaca di Jateng cukup ekstrem. Bencana mulai dari banjir di Semarang-Demak dan Pekalongan, hingga erupsi Gunung Merapi.Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menegaskan, suasana di Jateng harus kondusif. Sebab, Lebaran merupakan siklus tahunan yang bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. “Forkopimda harus menyiapkannya. Kalau dihadapi tanpa ada persiapan, sama saja percuma. Tolong untuk bisa turun sampai tingkat paling bawah guna menjaga kondusivitas sepanjang Lebaran,” harapnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI