Tampung Ternak Warga, BPBD Boyolali Siapkan Kandang Komunal

Mei 25, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Meningkatnya eskalasi Gunung Merapi menjadi perhatian serius pemerintah dan elemen terkait. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah kemarin mengirimkan bantuan logistik bagi para pengungsi. Selain itu juga sudah disiapkan kandang komunal untuk menampung ternak warga.Bantuan logistik ini, Kamis (24/5) diserahkan kepada Pemerintah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) Desa Tlogolele. Berupa 50 kg beras, 10 kardus mi instan, 15 kg gula pasir, dan 10 bungkus minyak goreng. Selain itu ada berbagai macam peralatan dapur, peralatan makan, peralatan kesehatan, tikar dan lainnya.“Tambahan bantuan logistik ini untuk menjamin warga lereng Gunung Merapi tetap aman dari sisi logistik. Jadi mereka tidak perlu khawatir soal keperluan ini,” ujar Kepala BPBD Boyolali Sri Ardiningsih, yang juga sekretaris sekda (Sekda) Boyolali ini.Menurutnya, semua sudah dipersiapkan jika nanti aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Karena aktivitas gunung yang tidak bisa diprediksi, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menunggu informasi yang pasti yakni dari jajaran pemerintah.“Kami sudah berkoordinasi dengan dibuatnya posko dan grup WA (WhatsApp) sehingga saya mohon tidak mempercayai berita yang tidak akurat darimana sumbernya,” ungkap Sekda.Sementara itu, Kepala Desa Tlogolele, Widodo menyambut baik dengan adanya bala bantuan dari pemerintah ini. Bantuan yang diberikan ini sebagai salah satu langkah mengantisipasi bila erupsi Merapi terjadi.“Bantuan ini sebagai upaya untuk mengantisipasi apabila terjadi letusan, mengingat kemarin saat terjadi letusan warga panik dan langsung lari ke sini (TPPS),” ungkapnya.Tidak hanya logistik, BPBD Jateng juga minta ada lokasi penampungan ternak komunal. Ini berkaca pada  kasus erupsi Merapi 2010 bahwa yang diselamatkan ketika evakuasi nanti tidak hanya warga, tapi juga hewan ternak. Sebab, ini merupakan “harta karun” warga.

Komentar

VIDEO TERKINI