Persolek Area Sport Center di Kudus Telan Rp17 Miliar

Mei 25, 2018

KUDUS, RAKYATJATENG – Pembangunan tahap II area sport center mulai dikerjakan bulan ini. Sesuai pagu anggaran dana sekitar Rp 17 miliar, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas menarik. Penyelesaian proyek ditargetkan rampung tahun ini.Tak hanya sebagai pusat olahraga, sport center juga bakal menjadi tempat favorit dikunjungi warga. Seperti pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, warga Kudus dan sekitarnya ramai mengunjungi tempat yang berada satu kompleks dengan Stadion Wergu Wetan ini. Terutama saat sore hari, cocok sebagai tempat ngabuburit.Di bulan puasa ini, kawasan tersebut pun kembali bersolek dengan penyelesaian pembangunan tahap kedua. Beberapa pekerja terlihat mulai mengerjakan proyek tersebut. Rencananya pembangunan tersebut selesai tahun ini.Puryadi, pelaksana proyek pembangunan sport center mengatakan, penandatanganan surat perintah kerja (SPK) dimulai Kamis (17/5) lalu hingga November atau selama enam bulan. ”Kontrak kerja saya tertanggal 17 Mei hingga 17 November. Total pengerjaan selama 180 hari kalender,” ujarnya kemarin.Ada banyak item yang dikerjakan. Total ada 11 item. Di antaranya mulai dari pavingisasi, penghijauan, pembangunan gapura, penyelesaian sarana prasarana wall climbing, multifunction hall, dan tennis indoor. Selain itu, juga ada pembangunan kantor pengelola,  foodcourt (kafetaria), toilet, pos terpadu, drainase di beberapa titik, hingga perbaikan tempat parkir.Dia menerangkan, sebenarnya pemkab meminta untuk menyelesaikan pekerjaan pada 1 Agustus. Namun pihaknya mengaku tak menyanggupi. Sebab waktunya tidak maksimal. Jadi, tidak bisa 100 persen jika harus selesai Agustus.”Kalau selesai per 1 Agustus, saya hanya menyanggupi empat item pengerjaan secara tuntas. Yaitu penghijauan; penyelesaian sarpras gedung multifungsi, wall climbing, tennis indoor; pembuatan gapura; dan pavingisasi,” imbuhnya.Kesanggupan itu sudah ia sampaikan kepada Pemkab Kudus saat pemaparan kegiatan baru-baru ini. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono pun menerima. Pasalnya dalam pembangunan kafetaria dan toilet saja membutuhkan waktu lama, karena kapasitasnya besar.

Komentar