Pemkab Diminta Gencar Gelar Festival dan Pelatihan untuk Angkat Potensi Kuliner Khas Klaten

Mei 25, 2018
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Klaten terkenal memiliki sejumlah objek wisata menarik. Sebut saja Objek Mata Air Cokro (OMAC), Umbul Poggok, Rowo Jombor, dan sebagainya. Namun sayangnya, potensi wisata ini tidak diimbangi dengan munculnya kulier khas Klaten.Prihatin atas kondisi tersebut, Anggota Federasi Pekerja Mandiri (FPM) yang mayoritas pedagang kaki lima (PKL) berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten gencar membuat festival dan pelatihan. Khusus kuliner khas Klaten. Harapannya agar potensi kuliner khas Klaten bisa terangkat.”Memang setelah kepengurusan ini terbentuk, kami akan menyelenggarakan festival kuliner yang akan diadakan Juni mendatang di Alun-Alun Klaten. Selanjutnya kami ingin menciptakan pelaku usaha baru sebanyak 1.000 orang. Salah satunya lewat pelatihan pembuatan Dawet Bayat yang pernah bergulir beberapa tahun lalu,” jelas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FPM Klaten, Heri Purwaliantoro, Kamis (24/5).Heri menyebutkan, sudah saatnya menciptakan para pelaku usaha yang baru melalui pelatihan dan pedampingan. Meski saat ini anggota FPM sendiri sudah mencapai 13 ribu orang yang tersebar di 26 kecamatan. Mereka ingin ada kuliner khas Klaten yang bisa dibanggakan.”Nanti tidak hanya sekadar pelatihan saja, tetapi juga ada pendampingan. Termasuk memberikan akses yang mudah untuk permodalan. Mengingat di FPM sendiri juga memiliki koperasi simpan pinjam,” terang Heri.Kepala Bappeda Klaten, Bambang Sigit Sinugroho menambahkan, ke depannya ada penataan bagi para pedagang di sentra kuliner. Mereka yang saat ini berjualan di depan Masjid Raya Klaten akan diberikan ruang di Jalan Bali tiap malam.”Bisa jadi ke depannya kami tutup Jalan Bali untuk digunakan para PKL berjualan,” ucapnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI