Nasib Lorenzo di Ducati Seperti Rossi, Masih Sulit Taklukkan Motor Desmosedici

  • Bagikan

BOLOGNA, RAKYATJATENG – Jorge Lorenzo seakan mendapatkan kutukan setelah gabung dengan Ducati dengan status juara dunia MotoGP pada 2016 lalu. Hingga memasuki musim kedua, Lorenzo belum juga memberi kemenangan untuk Ducati.

Karena itu, Ducati belum memberi Lorenzo perpanjangan kontrak seperti Andrea Dovizioso. Padahal tim-tim balap lain sudah banyak yang menyelesaikan soal kontrak pembalap mereka.

Sebut saja, tim Movistar Yamaha yang masih mengandalkan duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Sementara tim Respol Honda baru mengamankan tanda tangan Marc Marquez hingga MotoGP 2020 mendatang.

Sedangkan tim Ducati Corse terlihat agak sedikit lamban dalam menentukan masa depan pembalapnya. Hal ini dirasakan Andrea Dovizioso yang harus menunggu kepastian sebelum balapan seri kelima yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis.

Dari sekian pembalap, ada satu nama yang masih menyita perhatian banyak penggemar. Ini berkaitan dengan nasib Jorge Lorenzo yang masih belum ada kejelasan dari pabrikan Italia.

Tim Ducati sepertinya masih menunggu mementum yang tepat sebelum membuat keputusan mengenai masa depan Lorenzo. Maklum, pemilik nomor 99 itu masih belum memberikan kemenangan sejak kedatangannya pada MotoGP musim lalu.

Bisa dikatakan, kutukan juara dunia di tim Ducati rasanya belum hilang hingga saat ini. Sebelum Lorenzo mengalami nasib yang buruk, Valentino Rossi sudah lebih dulu dibuat keringetan untuk menaklukan motor Desmosedici.

Hal inilah yang mengundang tanda tanya besar, seberapa sulitkah Desmosedici ditaklukkan? Penulis GcPOne, Paolo Scalera tertarik untuk membahasnya.

Dalam tulisannya Scalera menyebut jika Desmosedici bukanlah motor yang mudah ditangani, meski juara dunia sekalipun. Ditambahkan, mungkin settingan motor ini masih belum berubah sejak Casey Stoner. Maksudnya, motor tersebut hanya disesuaikan dengan gaya Kuri-Kuri Boy.

“Kita berbicara tentang tahun-tahun kutukan yang berbeda, dan para insinyur yang berbeda mengembangkannya. Filippo Preziosi dan Gigi Dall’Igna mungkin berada di ujung skala yang berlawanan, tetapi filosofi konstruksi adalah yang terpenting,” kata Scalera.

Scalera pun mulai bertanya kemana Lorenzo akan pergi jika masa depannya diputus oleh Ducati?

Skenario yang mungkin adalah menjadi pembalap ketiga di tim Movistar Yamaha, seperti yang telah dilakukan Honda dan Ducati. Tidak ada cara lain bagi X-Fuera ketimbang dirinya harus absen balapan pada tahun depan.

Pasalnya, desas-desus pengganti Lorenzo sudah bermunculan. Mereka adalah Danilo Petrucci dan Jack Miller yang notabene merupakan pembalap satelit dari Ducati. (blc)

  • Bagikan