Menuju Letusan Magmatis, Gunung Merapi Masih Status Waspada

Mei 25, 2018

JOGJA, RAKYATJATENG – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta menganalisis letusan Gunung Merapi. Hasilnya diketahui, letusan pada Senin (21/5) lalu sudah menuju magmatis. Material yang dikeluarkan seperti erupsi pada 2006 dan 2010 silam.Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida. “Material letusan yang kemarin didominasi material magmatis. Sudah masuk magmatis, tapi awal,” kata Hanik dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (25/5).Letusan menuju magmatis itu berdasarkan analisis material abu pada 21 Mei lalu. Sampel abu diambil di kawasan Kaliurang, Sleman. Komponen utamanya terdapat Silica, Natrium (Na), dan Kalsium (Ca).”Ini merupakan salah satu parameter yang bisa digunakan. apakah ini material baru atau lama. Komposisi yang kami hitung juga dari embusan gas,” terang Hanik.Letusan pada 21 Mei cukup berbeda jika dibandingkan dengan 11 Mei lalu Material hidrotermal pada 11 Mei masih 41 persen. Namun pada 21 Mei, material hidroternal hanya tinggal 3,7 persen.Lalu kristal yang ada di dalamnya meningkat. Dari 32 persen pada 11 Mei, bertambah menjadi 94,7 persen. Ke depan, belum diketahui secara pasti apakah Merapi akan benar-benar terjadi erupsi magmatis atau tidak.Sekarang, Gunung Merapi masih dalam kondisi status waspada atau level II. Warga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dengan radius 3 kilometer dari puncak. Sebab tetap ada ancaman lontaran pasir, kerikil, batu, apabila terjadi letusan. “Ini masih belum jelas sampai di mana magmatis itu akan benar-benar muncul ke permukaan,” ucap Hanik. (JPC)

Komentar