Warga Terdampak Tol Batang-Semarang Akan Didampingi LBH Ikadin

Mei 24, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Nasib malang 144 kepala keluarga (KK) yang sempat menginap di Kantor DPRD Kendal, dari Desa Nolokerto, Kaliwungu, Sumbersari, Solomerto, Weleri dan warga sekitar Penggandon, Kabupaten Kendal, akibat terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang bakal diadvokasi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah. Hal itu disepakati di sela-sela acara buka bersama LBH Ikadin Jateng, yang digelar di hotel Semesta, Semarang, Rabu (23/5) petang.Sekretaris Ikadin Jateng, Sutan M Rofyan, menyebutkan, permasalahan yang akan didampingi pihaknya terkait beberapa penduduk terdampak jalan tol Semarang-Batang. Dimana dalam perjalanannya penduduk di daerah Kendal tersebut, sebenarnya belum menyetujui nilai ganti. Namun pemerintah dalam hal ini jasa marga dan tim pembebasan jalan tol, mengambil keputusan melakukan konsinyasi atau penitipan uang pada pihak pengadilan terkait masalah warga terdampak yang belum mau menerima ganti rugi.Atas permasalahan itu, lanjut pria yang akrab disapa Rofian ini, tentunya merugikan penduduk tersebut, karena tanah tersebut merupakan jerih payah dan turun temurun dari keluarga mereka. Akibat permasalahan itu, warga yang terdampak tidak memiliki rumah, sehingga nekat tidur di jalan-jalan sembari membangun tenda.“Kita akan melakukan pendampingan dan pembelaan guna menyelesaikan permasalahan itu. Bahkan, beberapa anggota kami (Teguh Hadi, dkk, red) sudah melakukan pertemuan dengan beberapa warga terdampak,” kata Sutan M Rofyan di sela-sela buka bersama LBH Ikadin Jateng.Direktur LBH Ikadin Jateng, Herry Darman, menyatakan lembaganya siap memberikan advokasi kepada warga Kendal tersebut. Menurutnya, masalah tersebut merupakan nasib rakyat, sehingga jangan sampai merugikan rakyat, apalagi menyengsarakan rakyat, karena masalahnya warga belum menyetujui terkait pembebasan, namun sudah digusur.

Komentar